"Kami antusias mendapat kesempatan datang ke Indonesia. Kami bicara tentang kerjasama akses maritim dan infrastruktur transportasi," kata Brilliant di kantor Wapres RI, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Rabu (12/11/2014).
Brilliant tiba di kantor JK pukul 16.30 WIB dan pertemuan berakhir sekitar 17.10 WIB.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Mau infrastruktur, mau energi, mau pertanian, tentu kita buka seperti itu dengan batas dan aturan. Kemudian mereka betul-betul taat pada aturan, pajak apa semuanya. Mereka juga sangat memahami, mulai tahun depan, ASEAN Economic Community, berarti logistik ke pasar ASEAN lebih lancar," ujar JK.
Walau begitu, belum ada angka investasi yang keluar dari pertemuan tersebut. Nilai investasi belum ada karena, menurut JK, hal itu sudah masuk pada pelaku usaha, bukan antar pemerintah.
"Mereka umumnya chambers, itu angka bersifat B to B, tidak bersifat kelompok. Katakanlah Exxon mau perluas, dia punya operasi perminyakan, lalu Chevron, tentu dia lihat lagi seluruhnya," kata JK.
(bil/hen)











































