Namun, situasi tersebut tidak mengganggu hubungan kerjasama maupun dagang antara Total dan Pertamina di Blok Mahakam.
"Kita kerjasama dengan Pertamina itu di Sisi-Nubi unit dimana Pertamina 55%, Total 22,5%, dan Inpex 22,5%," ujar
VP Finance, VP HR, Communications and General Services PT Total E&P Indonesie. A Noviyanto di Balikpapan, Rabu (22/11/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
untuk ongkos bahan bakar itu mencapai US$ 130 juta setahun.
Bukan itu saja, menurut Noviyanto, fasilitas seperti perumahan karyawan maupun kantor Total di Balikpapan juga berada di atas tanah
milik Pertamina. "Jadi, hubungan kita baik-baik," katanya.
Ia menambahkan, dalam dunia migas itu sifatnya tinggi risiko dan butuh investasi besar sehingga yang dicari adalah partnership. Dengan begitu,
jika mendapat sebuah lapangan baru yang kira-kira risikonya tinggi maka bisa berbagi risiko dengan mitra kerja.
(hen/hen)











































