JK: Tol Laut Jokowi Bukan Seperti yang di Bali

JK: Tol Laut Jokowi Bukan Seperti yang di Bali

- detikFinance
Rabu, 12 Nov 2014 21:26 WIB
JK: Tol Laut Jokowi Bukan Seperti yang di Bali
Jakarta - Pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wakilnya Jusuf Kalla (JK) punya komitmen kuat untuk membangun infrastruktur. Tujuannya, agar ekonomi Indonesia bisa melaju. Salah satu program besarnya adalah pembangunan tol laut.

JK mengatakan, masih banyak orang yang salah pengertian soal tol laut yang digagas Jokowi. Karena bentuk tol laut Jokowi bukanlah jalan tol di atas laut seperti di Bali.

"Sering ada salah pengertian soal tol laut. Itu bukan seperti yang di Bali. Itu kesempatan bagi galangan kapal, pelayanan, dan pelabuhan. Bagaimana ke depan melaksanakan itu," jelas JK di depan nasabah Bank Permata dalam acara 'Economic Outlook Bank Permata' di Hotel Four Seasons, Jakarta, Rabu (12/11/2014).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tol laut yang dimaksud adalah membangun transportasi laut dengan kapal atau sistem logistik kelautan, yang berputar tanpa henti dari Sabang hingga Merauke, tujuannya agar ekonomi efisien dan merata.

Dalam mendorong infrastruktur, JK mengatakan, dirinya dan Jokowi akan membenahi perizinan dan birokrasi, sehingga investor mendapat kemudahan.

"Kebijakan yang lambat akibat pengambilan keputusan yang selalu sangat hati-hati. Kalau anda ingin bikin listrik mungkin butuh dua tahun baru keluar," kata JK.

"Kalau saya ditanya pengusaha dari luar datang, China, Korea, dan sebagainya selalu mengatakan, wakil presiden, apa Anda punya prioritas. Saya jawab tak ada prioritas, karena semua jadi prioritas. Infrastruktur pasti, jalan, jembatan, listrik dan sebagainya," ucap JK.

Tahun depan, JK mengatakan, pemerintah akan membuat pembangkit listrik berkapasitas 35 ribu megawatt (MW). Ini untuk mengundang investasi masuk.

"Untuk membangun investasi yang terbaik saat ekonomi di mana pun menurun, karena semuanya murah. Baja murah, tenaga kerjanya banyak. Sehingga itu memberikan kesempatan kita. Saya ulangi bahwa, ekonomi ini kan siklusnya turun dan naik," ungkap JK.

(dnl/hen)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads