Padahal, kata Direktur Pemasaran Garuda Erik Meijer, penerbangan kelas bisnis punya efisiensi tersendiri dan lebih 'hemat' dari kelas ekonomi. Kok bisa?
"Contohnya saja, saya malam ini ke Hong Kong dan saya naik pesawat jam 12 malam. Dan sampai jam 4 pagi. Langsung jam 9 rapat di sana. Kalau naik economy class, ya kapan tidurnya?" tanya Erik ketika ditemui di Kantor Kementerian BUMN, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Kamis (13/11/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski demikian, ia tidak menolak aturan dari baru dari Rini tersebut. Garuda juga akan menerapkan aturan ini setelah surat edarannya dikeluarkan Kementerian BUMN.
"Saya rasa bagus juga kalau ibu menteri sudah dengar bahwa banyak yang merasakan (efisiensi) demikian. Beliu juga menerima masukan semua direksi BUMN," kata Erik.
Ia menerangkan bahwa penerbangan kelas bisnis itu jangan dilihat dari kemewahannya saja, tapi lebih ke efektivitas kerja ditambah efisiensi tadi. Lalu apabila sudah diterapkan akan menggangu kinerja Garuda?
"Kan kita kan belum lihat surat edarannya. Bagaimanapun juga kalau ada pembatasan business class pasti berdampak negatif pada kinerja Garuda.
Sebelumnya, Rini Soemarno mengatakan, pihaknya akan mengeluarkan aturan larangan direksi BUMN untuk terbang menggunakan pesawat kelas bisnis. Aturan akan keluar pekan depan.
Dalam aturan tersebut, rencananya penerbangan yang menggunakan pesawat kelas ekonomi akan ditetapkan berdasarkan jam lama penerbangan.
(ang/dnl)











































