Defisit Transaksi Berjalan RI Turun ke US$ 6,8 Miliar

Defisit Transaksi Berjalan RI Turun ke US$ 6,8 Miliar

- detikFinance
Kamis, 13 Nov 2014 18:02 WIB
Defisit Transaksi Berjalan RI Turun ke US$ 6,8 Miliar
Jakarta - Kinerja Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) membaik pada triwulan III-2014, terutama didukung oleh defisit transaksi berjalan yang menurun. Defisit transaksi berjalan pada triwulan III-2014 mencapai 6,836 miliar dolar AS (3,07% dari PDB), menurun dari defisit pada triwulan II-2014 sebesar 8,689 miliar dolar AS (4,07% dari PDB) dan triwulan III-2013 sebesar 8,635 miliar dolar AS (3,89% dari PDB).

"Perbaikan transaksi berjalan terutama didukung oleh kenaikan surplus neraca perdagangan nonmigas sejalan dengan penurunan impor sebagai hasil kebijakan stabilisasi ekonomi yang ditempuh selama ini, di tengah defisit neraca migas yang masih meningkat," kata BI dalam keterangan tertulis hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI, Kamis (13/11/2014).

Perbaikan tersebut juga didukung oleh masih positifnya ekspor manufaktur, akibat berlanjutnya pemulihan AS, dan mulai pulihnya ekspor tambang pasca keluarnya izin ekspor mineral mentah.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sementara itu, transaksi modal dan finansial mencatat surplus yang cukup besar, terutama ditopang oleh meningkatnya arus masuk modal asing PMA sejalan dengan persepsi positif investor terhadap prospek perekonomian domestik.

Aliran masuk modal asing terus berlanjut di Oktober 2014. Dengan perkembangan tersebut, cadangan devisa Indonesia meningkat menjadi 112 miliar dolar AS, setara 6,6 bulan impor atau 6,4 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri Pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor.

"Ke depan, defisit transaksi berjalan diperkirakan akan terus membaik seiring dengan meningkatnya ekspor manufaktur dan mineral, serta terkendalinya impor migas," kata BI.

(ang/hen)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads