Gaya Menteri Susi Bertemu Tiga Tamu Penting

Gaya Menteri Susi Bertemu Tiga Tamu Penting

- detikFinance
Jumat, 14 Nov 2014 07:58 WIB
Gaya Menteri Susi Bertemu Tiga Tamu Penting
Jakarta - Menteri Perikanan dan Kelautan Susi Pudjiastuti kemarin menerima tiga tamu penting di kantornya. Banyak hal dibahas dalam pertemuan mereka itu.

Siapa saja yang bertemu Susi kemarin di kantornya? Klik tautan di bawah ini untuk memulai.

Duta Besar Meksiko untuk Indonesia Melba Pria

Pertemuan berlangsung kemarin pagi sekitar 25 menit dari pukul 10.00-10.25 WIB. Pertemuan itu membicarakan soal kerjasama di bidang perikanan dan keberpihakannya mendukung kebijakan baru yang dikeluarkan Susi.

Komentar Melba

"Kami adalah duta besar Meksiko dan kami bertemu ibu menteri. Hubungan Meksiko dan Indonesia sangat penting dan kami tetap ingin bekerjasama di bidang perikanan dengan Indonesia dengan teknik aqua culture (budidaya ikan)," kata Melba.

Melba yang datang dengan mobil Nissan berplat CD 42 01 ini mengatakan penerapan teknik budidaya ikan bermanfaat bagi keberlanjutan dan kesejahteraan nelayan.

"Aqua culture untuk memberikan keuntungan yang lebih besar bagi nelayan Indonesia," katanya.

Gubernur Maluku Said Assagaf

Susi bertemu Gubernur Maluku Said Assagaf di kantor Kementerian Kelautan dan Perikanan, Jakarta. Mereka membahas banyak hal soal perikanan, termasuk terkait target Maluku sebagai lumbung ikan di Indonesia dan dunia. Pertemuan dilakukan setelah Susi menerima Dubes Meksiko.

Komentar Said Assagaf

Foto: Dokumentasi Kementerian Kelautan dan Perikanan
Said mengungkapkan Susi ingin Kepulauan Maluku dijadikan lumbung tuna terbesar dunia yang bisa dimanfaatkan hasilnya untuk kesejahteraan masyarakat Maluku. Menurut Said saat ini Susi sedang membuat rekomendasi perizinan teknis kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi).

"Yang pertama terkait dengan masalah Maluku sebagai lumbung ikan nasional. Ibu menteri sangat respect sekali dan beliau berjanji akan memperjuangkan itu dalam satu payung hukum yang lebih luas baik Inpres (Instruksi Presiden) dan Keppres (Keputusan Presiden)," kata Said saat bertemu media di Gedung Mina Bahari I, kantor pusat Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Jalan Medan Merdeka Timur, Jakarta, Kamis (13/11/2014).

Menurut Said, potensi perikanan laut di Maluku cukup besar yaitu mencapai 1,6 juta ton per tahun. Bahkan dari jumlah itu, merupakan sepertiga potensi ikan nasional ada di Maluku.

"Maluku adalah lumbung ikan tuna terbesar di dunia. Ada 5.000 kapal yang beroperasi sekarang ini di Maluku," imbuhnya.

Said menambahkan dalam waktu dekat tepatnya bulan Desember, Menteri Susi akan berkunjung ke Maluku. Jika rencana ini terealisasi maka yang diuntungkan tidak hanya pemerintah daerah setempat tetapi seluruh masyarakat Maluku.

"Potensi yang ada di Maluku itu bisa dimanfaatkan untuk kepentingan masyarakat sekitar karena angka kemiskinan kita masih cukup tinggi," jelasnya.

Duta Besar Korea Selatan untuk Indonesia Cho Tai Young

Susi ingin nilai ekspor produk perikanan ke Korea Selatan (Korsel) digenjot. Kemarin Susi bertemu dan dengan Duta Besar Korea Selatan untuk Indonesia Cho Tai Young.

Dalam pertemuan yang berlangsung hampir 1 jam itu, Susi menyatakan ekspor produk perikanan ke Korea Selatan masih rendah. Nilainya sekitar kurang dari Rp 1 triliun per tahun atau US$ 80 juta.

"Ke depan kita ingin memperluas pasar, sekarang ekspor produk perikanan kita ke Korea baru US$ 80 juta per tahun," ungkap Susi.

Susi yang menggunakan pakaian kebaya putih dan selendang batik bermotif, melihat hal itu bisa terjadi karena peluang pasar di Korsel yang cukup besar. Apalagi mayoritas kebiasaan masyarat Korsel mengkonsumsi produk perikanan.

"Korea ini sangat besar pasarnya dan sama dengan Jepang, sama-sama banyak makan sea food. Potensi pasar masih cukup lebar," imbuhnya.

Selain peningkatan ekspor produk perikanan Indonesia ke Korsel, kedua negera tersebut menyepakati beberapa hal seperti penangkapan ikan yang berkelanjutan sesuai tata kelola internasional.

Komentar Cho Tai Young

Cho Tai Young mengaku senang bertemu dengan Susi. Ini adalah kali pertama ia bertemu langsung dan berdiskusi serta menyepakati berbagai hal dengan mantan bos Susi Air itu.

"Saya senang bertemu dan berdiskusi dengan bu menteri dan Indonesia Korea itu teman dan sekarang kita bekerja sama di sektor kelautan dan perikanan," tuturnya.

"Kami sekarang berdiskusi dan melakukan MOU untuk hubungan dua negara. Kami akan terus meningkatkan hubungan ini. Ini yang saya akan menunjukan kepada kalian hari ini," katanya.
Halaman 2 dari 7
(ang/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads