Ia tidak memberitahu pihak ASDP atas kunjungannya ini. Tapi rencananya yang diam-diam itu terhembus juga oleh manajemen perusahaan pelat merah tersebut. Kok bisa?
"Jadi kemarin itu aku diam-diam jalan ke (Pelabuhan Merak) sana, enggak boleh kasih tahu siapa-siapa. jJadi dirutnya ASDP enggak ada yang tahu. Aku mau naik ferry saja langsung begitu kan, supaya tahun pelayanannya seperti apa," ujarnya di kantor Kementerian BUMN, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Jumat (14/11/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sampai masuk ke ferry, ternyata manajemen ASDP sudah tahu ada menteri yang akan inspeksi. Akhirnya sampai para karyawan BUMN di Pelabuhan Bakauheni pun ikut tahu.
"Kapalnya langsung jalan tapi ternyata yang manajemen kapalnya tahu kan jadi dia langsung ikut masuk. Jadi dari situ langsung diteleponlah yang di ujung (Lampung) sana pada tahu," ujarnya.
Meski gagal inspeksi diam-diam, Rini mengaku senang bisa mendapatkan masukan langsung dari para penumpang ferry dalam perjalanan menyeberang Selat Sunda selama 1,5 jam itu.
"Masukannya banyak, apa yang harus perbaikan banyak sekali, jadi saya senang juga masyarakat sekarang itu terbuka, mau berani mengemukakan pendapat. Berani mengemukakan keluhan karena itu yang harus kita dapatkan," ujarnya.
"Kami di pemerintahan dapat memperbaiki kalau partisipasi masyarakat terbuka. Ya memang tidak semua kita bisa langsung tangani tapi masukan-masukan seperti ini penting. Jika harus ada perbaikan ya kita lakukan," tambahnya.
(ang/dnl)











































