Kerugian yang diderita Indonesia cukup besar, karena produk perikanan Indonesia dikenakan tarif impor yang cukup besar ke negara tujuan ekspor.
"Kerugian kita besar sekali," ungkap Susi kepada detikFinance, Rabu lalu (12/11/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Belum lagi komoditas utama ekspor udang per tahun menembus US$ 1,5 miliar. Dengan pengenaan tarif impor beberapa negara sebesar 3,5% hingga 20%, maka Susi memprediksi kerugian yang diderita Indonesia per tahun mencapai Rp 2,2 triliun.
"Kalau kita tidak masuk di G20 seperti Timor Timur itu 0% (tarif impornya). Bayangkan kita hilang US$ 200 juta/tahun (sekitar Rp 2,4 triliun)," imbuhnya.
Oleh karena itu, Susi menegaskan, Indonesia harus keluar dari G20, bila tidak ingin dirugikan terus menerus.
"Jadi bagaimana kita di G20 bagaimana produk ekspor kita bisa diperlakukan seperti Timor-Timur atau Srilanka. Kalau di perikanan nggak ada untungnya," katanya.
(wij/dnl)











































