Menurutnya, Presiden Jokowi tidak membutuhkan banyak menteri pendamping dalam menghadiri agenda internasional. Hanya yang berkepentingan ikut dalam dalam rombongan Presiden.
"Kan memang model baru pak Jokowi, yang ikut yang perlu saja," ungkap Sofyan di kantornya, Jakarta, Jumat (14/11/2014)
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau APEC itu kan memang bicara ekonomi, kan saya hadir dan Mendag. Menlu kan perlu untuk bilateral," jelasnya.
Sementara itu untuk pertemuan G20, hanya dibutuhkan Seskab Andi Widjayanto dan Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro. Karena lebih banyak membicarakan stabilisasi makro ekonomi dan keuangan.
"Jadi bertukar saja. Saya dan rombongan pulang. Giliran Pak Menkeu yang berangkat," sebut Sofyan.
Ini merupakan langkah yang bagus untuk pemerintah. Karena para menteri bisa melanjutkan berbagai tugas yang harus dikerjakan dengan cepat.
"Dari Pak Jokowi ini yang namanya revolusi mental dan beda sama rombongan presiden sebelumnya kan banyak," tukasnya.
(mkl/ang)











































