Pemilihan ketua umum Hipmi memang baru dimulai Januari 2015 dalam Munas Hipmi XV, Bandung, Jawa Barat. Bahlil yang lahir dan besar di Papua memiliki pengalaman sebagai pengusaha dan pengurus organisasi Hipmi, mulai dari struktur Hipmi tingkat cabang di Papua hingga pusat.
"Tuntutan organisasi karena Hipmi ini adalah organisasi kader. Dengan usia yang masih muda dan saya mencintai Hipmi ingin berparipurna lalu membuat saya bisa mengabdikan diri pada nusa dan bangsa," kata Bahlil saat ditanya media alasan mencalonkan diri sebagai ketua umum Hipmi periode 2015-2018 di Gedung Palm One, Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (14/11/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kemudian Bahlil juga mengatakan dibesarkan kedua orang tuanya yang berprofesi sebagai kuli dan tukang cuci. CEO PT Rifa Capital ini dulu terpaksa bekerja sambilan saat masih duduk di sekolah untuk memenuhi kebutuhan keluarganya.
"Selain berjualan kue, saya juga pernah menjadi sopir dan kondektur angkot ketika SMP dan SMA. Berkat kegigihan saya bisa meneruskan bangku kuliah di Universitas Cendrawasih. Saat itu saya juga mencari tambahan uang buat kuliah dengan menjadi pendorong gerobak para pembeli di pasar," sebut Bahlil.
Setelah lulus kuliah, Bahlil bekerja di konsultan keuangan di Jayapura. Lalu setelah itu mendirikan perusahaan kontraktor dengan modal tabungan dan bantuan teman-temannya. Selain bidang infrastruktur ia juga memiliki bisnis pertambangan emas dan nikel.
"Saya berharap dengan menjadi ketua umum Hipmi, pengusaha muda dan para anggota Hipmi dapat menjaga fondasi kekuatan ekonomi Indonesia, apalagi masyarakat ekonomi ASEAN sudah depan mata sehingga menjadi tantangan bagi pengusaha muda indonesia untuk bersaing," jelasnya.
(wij/hen)











































