Berawal dari Jualan Kue, Calon Ketum Hipmi Ini Punya Tambang Emas di Papua

Berawal dari Jualan Kue, Calon Ketum Hipmi Ini Punya Tambang Emas di Papua

- detikFinance
Jumat, 14 Nov 2014 21:20 WIB
Berawal dari Jualan Kue, Calon Ketum Hipmi Ini Punya Tambang Emas di Papua
Jakarta - Pengusaha muda, Bahlil Lahadalia resmi mendaftarkan diri sebagai calon Ketua Umum (Ketum) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) 2015-2018. Bahlil kini menjabat sebagai Ketua bidang infastruktur dan properti BPP Hipmi.

Pemilihan ketua umum Hipmi memang baru dimulai Januari 2015 dalam Munas Hipmi XV, Bandung, Jawa Barat. Bahlil yang lahir dan besar di Papua memiliki pengalaman sebagai pengusaha dan pengurus organisasi Hipmi, mulai dari struktur Hipmi tingkat cabang di Papua hingga pusat.

"Tuntutan organisasi karena Hipmi ini adalah organisasi kader. Dengan usia yang masih muda dan saya mencintai Hipmi ingin berparipurna lalu membuat saya bisa mengabdikan diri pada nusa dan bangsa," kata Bahlil saat ditanya media alasan mencalonkan diri sebagai ketua umum Hipmi periode 2015-2018 di Gedung Palm One, Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (14/11/2014).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bahlil yang mengawali karier usahanya dari bawah dengan berjualan kue dari rumah ke rumah, kini sukses hingga akhirnya menjadi pengusaha besar di pertambangan dan berkontribusi terhadap sejumlah pembangunan infrastruktur di Papua. Kesuksesannya juga tak lepas dari proses kaderisasi Hipmi yang dilakukannya selama 10 tahun. Perjalanan kariernya di Hipmi berawal dari tingkat BPC Jayapura, wakil bendahara BPD Papua, ketua BPD Papua, hingga BPP Hipmi.

Kemudian Bahlil juga mengatakan dibesarkan kedua orang tuanya yang berprofesi sebagai kuli dan tukang cuci. CEO PT Rifa Capital ini dulu terpaksa bekerja sambilan saat masih duduk di sekolah untuk memenuhi kebutuhan keluarganya.

"Selain berjualan kue, saya juga pernah menjadi sopir dan kondektur angkot ketika SMP dan SMA. Berkat kegigihan saya bisa meneruskan bangku kuliah di Universitas Cendrawasih. Saat itu saya juga mencari tambahan uang buat kuliah dengan menjadi pendorong gerobak para pembeli di pasar," sebut Bahlil.

Setelah lulus kuliah, Bahlil bekerja di konsultan keuangan di Jayapura. Lalu setelah itu mendirikan perusahaan kontraktor dengan modal tabungan dan bantuan teman-temannya. Selain bidang infrastruktur ia juga memiliki bisnis pertambangan emas dan nikel.

"Saya berharap dengan menjadi ketua umum Hipmi, pengusaha muda dan para anggota Hipmi dapat menjaga fondasi kekuatan ekonomi Indonesia, apalagi masyarakat ekonomi ASEAN sudah depan mata sehingga menjadi tantangan bagi pengusaha muda indonesia untuk bersaing," jelasnya.

(wij/hen)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads