Rapat koordinasi dilangsungkan di kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta, Minggu (16/11/2014) mulai pukul 13.00-16.30 WIB. Hadir dalam rapat ini antara lain Dirjen Holtikultura Kementerian Pertanian, Dirut Perum Bulog, dan Dirjen Bea dan Cukai Kementerian Keuangan.
"Kita baru saja berdiskusi bagaimana pengamanan pasar. Sebenarnya secara umum memang masalah stabilitas harga ini karena masalah masalah cuaca, kemudian masalah logistik dan distribusi," kata Rachmat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Cabai harganya naik. Namun kenaikan harga cabai merupakan fenomena yang bisa diprediksi, dan siklus yang terjadi secara berulang pada September hingga Desember," tutur Rachmat.
Meski begitu, tambah Rachmat, pemerintah akan mencari solusi agar harga cabai bisa lebih stabil. Caranya adalah meningkatkan produksi cabai dengan memperkenalkan teknologi kepada para petani.
Selain itu, menurut Rachmat, dalam jangka panjang harga kebutuhan pokok bisa lebih stabil ketika infrastruktur sudah memadai. "Efisiensi bisa terjadi karena infrastruktur," ujarnya.
Secara umum, Rachmat mengemukakan bahwa harga kebutuhan pokok terpantau stabil. Namun, pemerintah akan selalu mengawasi perkembangan di lapangan.
"Kami minta mengoptimalkan perdagangan antar pulau dari daerah sentra surplus ke daerah lain dengan mengupayakan baik itu BUMD, swasta, maupun Bulog menjadi yang kami harapkan. Kita juga akan mengidentifikasi jalur distribusi yang efisien maupun pilihan angkutan yang efisien," jelasnya.
(hds/hds)










































