Pertumbuhan ekonomi itu jauh di bawah prediksi analis yang memperkirakan bisa tumbuh hingga 2,2%. Lambatnya pertumbuhan ekonomi bisa menunda rencana kenaikan pajak oleh pemerintah setempat tahun ini.
Seperti dikutip dari CNN, Senin (17/11/2014), dalam tiga bulan, Juli-September, Produk Domestik Bruto (PDB) Jepang malah turun 0,4%. Setelah dua kali berkontraksi, ekonomi Negeri Matahari Terbit itu dinyatakan masuk resesi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pemerintahan yang dipimpin Perdana Menteri Shinzo Abe itu sedang mempertimbangkan untuk menaikkan kembali pajak tersebut menjadi 10%. Namun, kenaikannya pertama kali sudah mengurangi tingkat pembelian konsumen, ini yang menjadi perhatian pemerintah.
Abe sudah mendapat dukungan dari Bank Sentral Jepang yang berniat memberikan stimulus terhadap ekonomi Jepang mulai Oktober lalu.
(ang/dnl)










































