Anggaran Subsidi BBM yang Hampir Rp 800 Triliun Untungkan Mafia Migas

Anggaran Subsidi BBM yang Hampir Rp 800 Triliun Untungkan Mafia Migas

- detikFinance
Senin, 17 Nov 2014 11:47 WIB
Anggaran Subsidi BBM yang Hampir Rp 800 Triliun Untungkan Mafia Migas
Menko Perekonomian di Rakernas Pertanian
Jakarta - Anggaran negara yang dikeluarkan untuk mensubsidi Bahan Bakar Minyak (BBM) selama 5 tahun terakhir hampir Rp 800 triliun. Namun manfaatnya tak dinikmati rakyat tak mampu, namun justru diduga dinikmati oleh mafia minyak dan gas (migas).

Hal ini disampaiken oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Sofyan Djalil di depan ratusan pegawai dan pejabat Kementerian Pertanian (Kementan) di acara Rapat Kerja Nasional Pertanian di kantor Kementerian Pertanian, Jalan Ragunan, Jakarta, Senin (17/11/2014).

"Siapa yang menikmati. Barangkali mafia migas yang diuntungkan saya tidak tahu. Negara ini hilang banyak," kata Sofyan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia menambahkan, di sisi lain, infrastruktur pertanian kondisinya masih mengkhawatirkan. Misalnya kondisi irigasi di Indonesia banyak yang rusak, padahal sangat diperlukan oleh para petani yang merupakan golongan miskin.

"Kenapa kita mengalihkan subsidi dari konsumtif ke hal yang produktif, karena 5 tahun terakhir paling sedikit itu Rp 800 triliun kita subsidi BBM," katanya.

Sofyan menambahkan 52% infrastruktur irigasi di Indonesia dalam keadaan rusak. Untuk memperbaiki irigasi tersebut, Sofyan mengatakan hanya butuh Rp 50 triliun.

"7 juta hektar (lahan sawah) itu nanti menjadi baik sekali. Kita bakar Rp 800 triliun, itu waste (pemborosan)," katanya.

Sebelumnya Presiden Jokowi mengungkapkan anggaran subsidi BBM yang telah dikeluarkan negara dalam 5 tahun tepatnya Rp 714 triliun.



(zul/hen)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads