Menteri Koordinator bidang Perekonomian Sofyan Djalil mengatakan, hal tersebut tak mungkin bisa dilakukan. Karena meski pemerintah tengah mengencangkan ikat pinggang untuk melakukan penghematan, tetap ada biaya yang harus dikeluarkan, salah satunya untuk memilih maskapai penerbangan dalam melakukan perjalanan dinas.
"Nggak lah (tidak mungkin pakai LCC) itu kan at cost," tutur Sofyan di kantor Kementerian Pertanian, Ragunan, Jakarta, Senin (17/11/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lewat mekanisme at cost ini, pemberian perjalanan dinas dikucurkan sesuai dengan laporan perjalanan sesuai kebutuhan, meskipun dulu banyak tiket pesawat palsu untuk mengakali sistem tersebut. Kalau dahulu dengan mekanisme lump sum, perjalanan dinas diberikan langsung, jadi meskipun yang terpakai sedikit, PNS bersangkutan bisa mengambil lebihnya.
Mekanisme at cost ini diterapkan untuk memperkecil korupsi anggaran dinas yang selama ini dianggap merendahkan martabat PNS.
Sofyan mengatakan, alasan lain dari keraguannya atas perjalanan dinas yang hanya menggunakan pesawat LCC adalah bisa menyebabkan persaingan yang kurang baik dengan maskapai penerbangan PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) milik pemerintah.
"At cost saja. Soalnya kalau low cost itu menjadi tidak fair terhadap Garuda, jadi at cost," tegasnya.
Pada prinsipnya, lanjut Sofjan, pemerintah melakukan efisiensi dalam beberapa hal terkait anggaran yang dikeluarkan. Contohnya seperti mengurangi rapat-rapat di hotel, dan merampingkan perjalanan dinas.
"Kalau yang di hotel-hotel Menteri PAN-RB mengatakan dihindari. Kalau ada ruangan di gedung kita sendiri, jangan rapat-rapat di hotel-hotel," tuturnya.
(zul/ang)











































