Berantas Maling Ikan di Laut, Panglima TNI: Ada Kapal Tapi Tak Punya BBM

ADVERTISEMENT

Berantas Maling Ikan di Laut, Panglima TNI: Ada Kapal Tapi Tak Punya BBM

- detikFinance
Senin, 17 Nov 2014 17:27 WIB
Jakarta - Kapal-kapal milik TNI AL siap mendukung operasi pengamanan perairan laut Indonesia dari aksi pencurian hasil laut oleh kapal nelayan asing. Namun mereka terkendala pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM) untuk mengoperasikan kapal.

Panglima TNI Jenderal Moeldoko mengakui pihaknya memang membutuhkan alokasi anggaran BBM yang sangat besar untuk mengoperasikan kapal di dalam operasi penangkapan kapal nelayan asing ilegal.

"Kita siap 64 kapal. Persoalannya ada kapal tapi nggak ada BBM, kan susah," kata Moeldoko usai sidang kabinet di Istana Negara, Jakarta, Senin (17/11/2014).

Moeldoko menjelaskan untuk penangkapan kapal-kapal nelayan kecil bisa berkoordinasi dengan instansi di bawah Badan Koordinasi Keamanan Laut. Bila dipaksakan memakai kapal perang milik TNI, biaya yang dikeluarkan akan sangat besar.

"Di situ ada unsur lain, ada unsur koordinasi. Di sana beberapa penanganan, kapal nelayan kecil terus kita kejar pakai kapal tempur. Itu gebuk nyamuk pakai meriam namanya," jelasnya.

Saat ini TNI AL masih memiliki utang terkait pengadaan BBM untuk operasional kapal perang. Alhasil kondisi ini harus dipecahkan.

"Selama ini kita utang ke PT Pertamina. Utangnya semakin banyak. Tahun lalu Rp 6 triliun. Apakah diputihkan atau gimana. Itu tugas Menhan (Menteri Pertahanan)," jelasnya.

Di tempat yang sama, Menko Maritim Indroyono Soesilo memiliki solusi keterbatasan anggaran di tubuh TNI untuk membiayai aktivitas menjaga perairan RI dari aktivitas illegal fishing atau pencurian ikan.

Pemerintah, sebut Indroyono, akan memaksimalkan Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP) sektor maritim. PNBP ini, selanjutnya dipakai memperkuat pembiayaan dan operasional keamanan laut Indonesia.

"Contohnya misalnya PNBP dari izin-izin kapal hanya Rp 250 miliar (di KKP), diupayakan tahun depan Rp 1,5 triliun. Nah kalau pemasukan besar, itu bisa masuk kekompenen pengamanan laut. Jadi sudah ada anggaran lebih besar masuk, pengamanan akan lebih meningkat," ujarnya.

(feb/hen)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT