Pasokan yang cukup bisa jadi jaminan untuk meredam dampak kepanikan masyarakat akibat kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi.
Ia menyebut stok beras nasional saat ini hampir 2 juta ton yang terdiri dari 310.000 ton cadangan beras pemerintah (CBP) dan 1,6 juta ton beras milik Bulog. Selain itu, Bulog juga menyimpan sektar 150.000 ton beras premium untuk keperluan komersial.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia mengatakan kebutuhan beras hingga 7 bulan ke depan tidak perlu dikawatirkan. "Cukup untuk hampir 7 bulan," sebutnya.
Sutarto menuturkan operasi pasar sudah dilakukan Bulog belakangan ini untuk meredam harga. Bukan hanya karena BBM naik saja namun juga untuk menjaga pasokan ketika daya beli masyarakat menurun dan stok juga menipis karena cuaca.
Bulog juga siap untuk membuka outlet. "Masyarakat jangan terlalu takut bahwa barang itu tidak ada. Bulog siap buka outlet di semua daerah," pungkasnya.
(dna/hen)










































