SBY Yakinkan Investasi Migas Tetap Menguntungkan
Selasa, 18 Jan 2005 13:02 WIB
Jakarta -
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono meyakinkan kepada para investor bahwa investasi minyak dan gas di Indonesia bakal menguntungkan. Pemerintah juga menjamin adanya perbaikan iklim usaha dan keamanan."Marilah bergabung bersama kami untuk membangun industri gas di Indonesia," kata presiden dalam pidato pembukaan The Second International Conference Indogas 2005 di JCC, Senayan, Jakarta, Selasa (18/1/2005).Menurut presiden, pengembangan industri gas di Indonesia merupakan prioritas dalam kebijakan energi pemerintah akibat semakin langkanya cadangan minyak dan gas menjadi lebih penting dalam penggunaan energi apalagi terdapat fakta cadangan lapangan gas lebih banyak dibandingkan minyak."Sesuai peningkatan populasi maka permintaan gas akan meningkat sehingga pengembangan industri gas menjadi vital dalam pertumbuhan ekonomi Indonesia. Namun Indonesia masih menghadapi kurangnya infrastruktur dan akan menjadi problem serius karena suplai gas tergantung kepada faktor infrastruktur," tegasnya.Dikatakan Susilo Bambang Yudhoyono, dalam rangka membuat iklim investasi yang kondusif pemerintah Indonesia akan mensinkronkan kebijakan dan peraturan untuk menghindari tumpangtindihnya kebijakan."Saya menyakinkan akan adanya kepastian hukum dan investasi di Indonesia. Penerapannya menggunakan PP No 35 tahun 2004 dan PP No 36 tahun 2004 dimana mengatur tentang keamanan investasi dalam migas. Saya percaya investasi di Indonesia akan menguntungkan dengan adanya tanda-tanda peningkatan perekonomian Indonesia," kata Presiden SBY.Presiden lantas mengungkapkan sejumlah indikator makro ekonomi yang membaik diantaranya tingkat pertumbuhan ekonomi tahun 2005 yang diestimasikan mencapai 5,5 persen dengan tingkat inflasi 5-7 persen. "Ini lebih rendah dari tahun lalu. Nilai tukar rupiah juga mulai berkurang volatilitasnya, demikian juga indeks saham sudah mengalami kenaikan. Dengan kondisi makro ekonomi yang positif dikombinasikan dengan kestabilan politik dan keamanan maka saya yakin Indonesia akan menjadi tujuan investasi yang favorit. Apalagi dalam perhitungan internasional, tingginya permintaan gas menjanjikan untuk berinvetasi di gas," kata presiden meyakinkan para investor yang hadir dalam pertemuan tersebut.
(san/)










































