Perancis Bantu 1 Juta Euro Untuk Studi Kelayakan Railway RI

Perancis Bantu 1 Juta Euro Untuk Studi Kelayakan Railway RI

- detikFinance
Selasa, 18 Jan 2005 13:58 WIB
Jakarta - Pemerintah Perancis telah sepakat untuk memberikan hibah sebesar 1 juta Euro untuk biaya studi kelayakan pembangunan jalan kereta api atau railway di Aceh dan Surabaya. Hal itu disampaikan Chief SNCF International Jean Piere Loubinoux dan Duta Besar Perancis untuk Indonesia Renaud Vignal dalam jumpa pers disela-sela infrastructure summit di Hotel Shangri-La, Jakarta, Selasa (18/1/2005). Hadir juga Menhub Hatta Rajasa.Menurut Loubinoux komitmen Perancis ini sebagai bentuk keprihatinan terhadap bencana tsunami di Aceh. Selain hibah ini pemerintah Perancis juga telah memberikan bantuan bagi korban tsunami di Aceh. Ia menjelaskan, hibah dari Perancis ini baru sebatas untuk studi kelayakan. Dan bila hasilnya memungkinkan, maka selanjutnya akan mengenai investasinya. Loubinoux mengungkapkan, tidak tertutup kemungkinan akan dilakukan hal yang sama di kota-kota lainnya. Dalam pemberian hibah ini, lanjut dia, pemerintah Perancis tidak menyertakan syarat apapun. Khusus untuk railway di Surabaya belum dipikirkan apakah nanti jalur yang dibangun berupa subway atau railway. "Semua tergantung pada hasil studi kelayakan tersebut," katanya. Baru setelah itu pihaknya akan mengundang para investor di Perancis untuk menanamkan modalnya di bidang perkeretaapian di SurabayaSementara Menhub Hatt Rajasa menyatakan, walaupun dalam infrastructure summit ini tidak dibahas mengenai rehabilitasi dan rekonstruksi di Aceh, namun dalam forum ini telah ditandatangani proyek untuk Aceh. "Ini artinya bahwa keinginan investor untuk membangun Aceh sangat kuat," tegasnya.Hatta mengaku belum memutuskan apakah proyek railway itu bentuknya akan berbagi dengan pemerintah atau swasta lokal karena tergantung hasil studi kalayakan. "Untuk Aceh memang secara komersial tidak layak. Tapi secara ekonomis sangat layak," ujarnya. Selain itu rencananya pemerintah dalam waktu dekat tengah menawarkan investasi pembangunan double track di Jawa kepada investor asing. Selain itu juga ditawarkan Kalimantan Railway Network yang diupayakan menghubungkan kota-kota di Kalimantan dngan negara lain seperti Malaysia dan Brunai. "Untuk yang terakhir belum kita tawarkan saat-saat ini," demikian Hatta. (qom/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads