Pengusaha Angkutan Mau Mogok, Jonan: Kalau Senang Diam, Nggak Senang Ngancam

Pengusaha Angkutan Mau Mogok, Jonan: Kalau Senang Diam, Nggak Senang Ngancam

- detikFinance
Selasa, 18 Nov 2014 13:52 WIB
Pengusaha Angkutan Mau Mogok, Jonan: Kalau Senang Diam, Nggak Senang Ngancam
Menteri Perhubungan Ignasius Jonan di Kemenhub (Foto: Feby/detikFoto)
Jakarta - Pengusaha angkutan umum berencana melakukan aksi protes berupa mogok pasca penyesuaian tarif harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi. Aksi mogok ini bisa berpotensi memicu penumpukkan pengguna angkutan darat.

Lantas apa komentar regulator transportasi atas ancaman mogok pengusaha angkutan? Menteri Perhubungan (Menhub) Ignasius Jonan meminta semua pihak untuk berkepala dingin.

Terkait ancama mogok, Jonan menyindir pengusaha yang hanya protes jika kondisi sulit namun saat memperoleh untung besar para pengusaha justru hanya diam.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Tiga tahun lalu ada kebijakan satu penumpang untuk satu tempat duduk, terus penumpang KA lari ke bus. Di sana Organda diam saja. Penumpang Organda banyak. Kalau senang diam saja, kalau nggak seneng ancam mogok," kata Jonan di Kemenhub, Jakarta, Selasa (18/11/2014).

Jonan menilai, pengusaha angkutan justru bisa mengorbankan penumpang jika ancaman mogok terealisir. Alasannya, pengusaha ke depan harus berpikir lebih efisien dan peningkatan layanan, bukan sekedar mengancam mogok yang justru merugikan penumpang.

"Ancaman mogok itu bukan mempersulit pemerintah, tapi dia tinggalkan pelanggan. Spirit pelayanan menjadi jauh," tegasnya.

Meski ada kenaikan BBM, pemerintah tak tinggal diam. Pemerintah juga memberi persetujuan kenaikan tarif hingga 10% untuk angkutan darat Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) sedangkan untuk moda dalam kota dan moda dalam provinsi ditentukan oleh kepala daerah.

"Kenaikan tarif harus disertai perbaikan layanan," jelasnya.

(feb/ang)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads