Ditanya Soal Pelabuhan 'Tikus', Menteri Susi: Saya Bukan Bionic Woman

Ditanya Soal Pelabuhan 'Tikus', Menteri Susi: Saya Bukan Bionic Woman

- detikFinance
Selasa, 18 Nov 2014 16:55 WIB
Ditanya Soal Pelabuhan Tikus, Menteri Susi: Saya Bukan Bionic Woman
Jakarta - Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti mengaku punya keterbatasan dalam menjalankan tugasnya. Sehingga ia membutuhkan dukungan dari masyarakat termasuk soal memberikan informasi atau data terkait segala hal sektor perikanan dan kelautan, bahkan bila ada penyimpangan.

Ia bahkan mengistilahkan kondisinya seperti Jaime Sonders, seorang wanita dengan organ tubuh mekanik yang menumpas kejahatan. Sosok yang terkenal dari serial TV The Bionic Woman terkenal pada 1970-an, yang diperankan oleh aktris Lindsay Wagner.

Hal ini Susi sampaikan usai menghadiri sebuah acara di Kantor Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta. Ia sempat menyampaikan soal penanganan pelabuhan perikanan, membuka data soal perusahaan-perusahaan penangkapan ikan, moratorium izin kapal ikan, hingga bicara soal keberadaan pelabuhan 'tikus' dan lain-lain.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saya ingin media menjadi aktif partisipan, dengan saya publish semua. Kenapa? Karena Saya harapkan stakeholders, including all of you aktif partisipan, 20% pekerjaan saya di-supply. Masak saya tahu semua, Memangnya saya Bionic Woman?" kata Susi di Kantor KPK, Selasa (18/11/2014).

Susi mengatakan soal pelabuhan 'tikus' menjadi tanggung jawab Kementerian Perhubungan. Namun kementeriannya hanya menangangi pelabuhan perikanan, sebagai tempat mendaratkan dan transaksi hasil tangkapan ikan.

Terkait potensi pelabuhan 'tikus' di pelabuhan perikanan, menurut Susi sudah punya mekanisme agar mencegah terjadi penyimpangan. Termasuk dibangunnya pelabuhan-pelbuhan perikanan yang mendata hasil tangkapan dari kapal-kapal penangkap ikan berizin.

"Saya pelabuhan sendiri di sini. Bahkan Ada jelas-jelas melanggar, berani ekspor langsung ke Jepang atau ke mana. Berarti situ juga suatu hal yang aneh," katanya.

Menurut Susi, peranan media bisa membantunya dalam memberikan data atau laporan soal penyimpangan di pelabuhan. Apalagi dirinya sudah membuka diri menyampaikan nomor ponsel dan alamat email secara terbuka.

"Kalian mesti kasih data ke saya, kalau tadi banyak tikus banyak tahu toh, bisa kasih aku info, 2 hari saya tunggu dari kalian," kata Susi kepada para media.

(hen/hds)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads