Pertama Direktur Utama PT Bank Mandiri Tbk Budi Gunadi Sadikin. Dia menekankan pentingnya sikap kepemimpinan yang baik dalam tata kelola perusahaan, atau Good Corporate Governance (GCG).
Budi mengatakan, tata kelola perusahaan yang baik sangat tergantung pada mental individu yang terlibat, atau bekerja dalam perusahaan itu sendiri.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bila sudah bicara mental, sambung dia, maka langkah yang harus dilakukan adalah memberi contoh. "Membangun budaya itu urusan hati bukan urusan akal. Jadi culture (budaya) itu harus dicontohkan, dan dilakukan sehari-hari," sambungnya.
Karena itu, kata Budi, peran pemimpin sangatlah penting. Karena, menurutnya mental bawahan yang baik sangat tergantung dengan bagaimana para pimpinannya memberikan teladan yang baik.
Budi mengumpamakan membentuk budaya seperti mengajarkan seorang anak bermain sepeda.
"Tidak ada seminar yang bisa menjelaskan 'Cara Terbaik Naik Sepeda'. Harus dicontohkan. Sama dengan mengajarkan good corporate governance di perusahaan. Tergantung pada pemimpinnya, harus ada yang memberi contoh. Pemimpin itu berperan penting untuk membentuk budaya," tegas Budi.
Di tempat yang sama, CEO Group AirAsia, Tony Fernandez juga mengutarakan hal senada. Menurutnya, seorang pemimpin harus bisa memberi contoh dengan menerapkan tata kelola yang baik itu pada dirinya sendiri.
Kepada peserta seminar Tony mengatakan, contoh yang telah ia berikan kepada para karyawannya adalah sikap pantang menyerah.
"Saya tidak peduli tentang kegagalan. Karena saya tidak ingin menghabiskan masa tua saya tanpa melakukan apa-apa, lalu mengatakan, kenapa saya tidak mencoba?" tutur dia dalam seminar tersebut.
Prinsip itu yang ia tularkan kepada segenap karyawannya. Ia pun selalu menekankan prinsip untuk tidak ragu melakukan kesalahan. Yang penting, lanjut dia, kesalahan itu bukanlah kesalahan yang disengaja. "Tidak apa-apa anda salah. Setidaknya anda sudah mencoba," pungkas Tony.
(dna/dnl)










































