Ia menitip pesan kepada setiap pegawai Susi Air, harus siap paling terdepan membantu masyarakat bila terjadi bencana. Hal ini lah yang menjadi bagian dari sejarah Susi Air.
"Itu amanah yang saya tinggalkan untuk penerus saya di Susi Air. Harus siap membantu masyarakat bila terjadi bencana alam, karena kita tidak boleh lupa lahirnya Susi Air karena dari bencana alam Tsunami di Aceh," ujar Susi di acara Upstream Transformation Annual Hulu Day 2014, Kantor Pertamina Pusat, Jakarta, Selasa (18/11/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita gratiskan penerbangan selama dua pekan, kita angkut bantuan, para medis, jurnalis, pemerintah. Setelah itu dua pekan itu mengubah bisnis kami dan hingga sekarang, kalau tidak ada tsunami Susi Air tidak ada," katanya.
"Kita juga buktikan komitmen tersebut ketika ada konflik suku di Kalimantan ke Malinau kita pasok nasi bungkus dengan mengangkutnya menggunakan pesawat dan itu semua free. Itu yang saya tekankan kepada penerus di Susi Air, all time harus cepat merespons jika ada bencana terjadi," tutupnya.
(rrd/hen)











































