PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) salah satunya. Maskapai pelat merah yang masuk sebagai anggota AAPA tahun 1967 ini siap meningkatkan sekaligus melakukan berekspansi besar untuk menjangkau pasar penerbangan lebih luas di Tiongkok.
"Kalau dilihat pasar yang dianggap gemuk tetap rute Singapura. Tetapi ada beberapa kota lain seperti Jepang, Australia, dan Tiongkok," papar Direktur Utama Garuda Emirsyah Satar saat ditemui di sela-sela acara AAPA ke 58 di Imperial Hotel, Tokyo, Jepang, Rabu (19/11/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Mulai tahun depan kita mulai terbangkan pesawat kita ke beberapa kota baru tetapi dengan sistem carter. Kenapa carter? Karena ini kan kota baru jadi kita tidak mau rugi juga," imbuhnya.
Lonjakan penumpang Garuda Indonesia ke Tiongkok meningkat dari tahun ke tahun. Bahkan saat ini Tiongkok mampu disejajarkan dengan pasar Garuda Indonesia ke Korea. Bahkan lonjakan jumlah penumpang pesawat Garuda ke Tiongkok mampu mengalahkan pasar Jepang.
Sebanyak 16% dari total penerbangan internasional maskapai pelat merah itu adalah ke Tiongkok. Tahun 2014 ini proyeksi jumlah penumpang Garuda ke Tiongkok sebesar 690.000 sedangkan di tahun 2015 meningkat hingga menjadi 780.000 penumpang.
"Market-nya sangat potensial," katanya.
Selain itu untuk mengembangkan pasar lebih luas, pihak Garuda juga sudah bekerjasama dengan maskapai penerbangan lain contohnya ANA (All Nippon Airways). Contoh kerjasama itu adalah penerbangan Jakarta-Tokyo penumpang bisa menggunakan maskapai ANA. Namun saat penumpang kembali ke Jakarta bisa gunakan pesawat maskapai BUMN itu.
Hal yang sama juga dilakukan antara Garuda Indonesia dan Delta Airlines. Penerbangan menuju LA (Los Angeles) dan Seatlle (Amerika Serikat melalui Bandara Udara Haneda (Jepang). Maskapai Garuda menganter penumpang hingga sampai Haneda, lalu dari Haneda penumpang dialihkan menuju pesawat Delta yang mengantar sampai Los Angeles dan Seattle. Kerjasama ini sudah disepakati 66 bulan yang lalu.
"Transit tidak lama hanya 2 jam. Kalau Garuda tidak bisa langsung terbang ke Amerika. Dulu pernah ada ke LA, lewat Hawai tetapi kita rugi terus karena rutenya dari Hawai ke LA tidak bisa angkut penumpang baru, karena dianggap penerbangan domestik. Jadi rugi," jelasnya.
(wij/ang)











































