"Yang paling berat dan menjadi beban bagi rakyat miskin saat ini adalah kenaikan harga beras. Jadi bukan BBM," tegas Ketua Komite Reformasi Tata Kelola Migas Faisal Basri kepada detikFinance, Selasa (18/11/2014).
Faisal mengungkapkan, dalam beberapa tahun terakhir tanpa disadari banyak orang kenaikan harga beras mencapai 70%. Sementara kenaikan harga BBM lebih rendah, sekitar 31%.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia menegaskan, kebijakan subsidi terlalu memanjakan rakyat yang berada di golongan kelas menengah, bukan orang miskin.
"Kenapa? Karena elit takut dengan kelas menengah, yang nyiyir melulu kalau sedikit saja kepentingannya diganggu dia teriak. Pakai media sosial, bahwa di Twitter ada teman-teman yang dulunya pro Jokowi sekarang bilangnya is over dan segala macam," tandasnya.
(rrd/hds)










































