Bukan Harga BBM, Ini yang Membuat Orang Miskin Makin Menderita

Bukan Harga BBM, Ini yang Membuat Orang Miskin Makin Menderita

- detikFinance
Rabu, 19 Nov 2014 09:18 WIB
Bukan Harga BBM, Ini yang Membuat Orang Miskin Makin Menderita
Jakarta - Kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi sebesar Rp 2.000/liter dinilai tidak terlalu mempengaruhi masyarakat miskin. Pasalnya, subsidi BBM lebih banyak dinikmati oleh kalangan menengah-atas, bukan masyarakat miskin.

"Yang paling berat dan menjadi beban bagi rakyat miskin saat ini adalah kenaikan harga beras. Jadi bukan BBM," tegas Ketua Komite Reformasi Tata Kelola Migas Faisal Basri kepada detikFinance, Selasa (18/11/2014).

Faisal mengungkapkan, dalam beberapa tahun terakhir tanpa disadari banyak orang kenaikan harga beras mencapai 70%. Sementara kenaikan harga BBM lebih rendah, sekitar 31%.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kita lupa bahwa pendapatan orang miskin itu 32% dihabiskan untuk membeli beras. Sejak 2008 sampai sekarang, total kenaikan harga beras mencapai 70%, Ini yang buat orang miskin makin miskin, bukan BBM yang kenaikannya hanya 31%," ungkap Faisal.

Ia menegaskan, kebijakan subsidi terlalu memanjakan rakyat yang berada di golongan kelas menengah, bukan orang miskin.

"Kenapa? Karena elit takut dengan kelas menengah, yang nyiyir melulu kalau sedikit saja kepentingannya diganggu dia teriak. Pakai media sosial, bahwa di Twitter ada teman-teman yang dulunya pro Jokowi sekarang bilangnya is over dan segala macam," tandasnya.

(rrd/hds)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads