Konferensi Asosiasi Maskapai Asia-Pasifik Ditutup, Air Astana Resmi Jadi Anggota Baru

Laporan dari Tokyo

Konferensi Asosiasi Maskapai Asia-Pasifik Ditutup, Air Astana Resmi Jadi Anggota Baru

- detikFinance
Rabu, 19 Nov 2014 17:36 WIB
Konferensi Asosiasi Maskapai Asia-Pasifik Ditutup, Air Astana Resmi Jadi Anggota Baru
Tokyo - Konferensi maskapai penerbangan Asia-Pasifik atau Association Asia-Pasific Airlines (AAPA) ke-58 yang berlangsung di Imperial Hotel, Tokyo, Jepang, resmi ditutup. Acara yang berlangsung 18-19 November 2014 itu akhirnya menerima maskapai penerbangan asal Kazakhstan, Air Astana, sebagai anggota.

Total, jumlah anggota AAPA saat ini berjumlah 17 maskapai. Selain Air Astana, para anggota AAPA adalah Hahn Air, All Nippon Airways (ANA), Asiana Airlines, Bangkok Airways, Cathay Pasific, China Airlines, Dragon Air, Eva Air, Garuda Indonesia, Japan Airlines, Korean Air, Malaysia Airlines, Philippine Airlines, Royal Brunei Airlines, Singapore Airlines, dan Thai Airways.

"Kita ucapkan selamat datang kepada Air Astana," kata Director General AAPA Andrew Herdman, Rabu (19/11/2014).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selain menerima Air Astana sebagai anggota baru, ada beberapa kesepakatan yang akan ditindaklanjuti setelah konferensi ini. Beberapa masalah tersebut datang dari kritik dan isu yang diambil oleh para anggota AAPA karena dinilai mengganggu kinerja operasional maskapai.

Herdman mengatakan, AAPA akan bekerja sama dengan maskapai penerbangan sipil internasional atau International Civil Aviation Organization (ICAO) untuk menyelesaikan beberapa masalah ini.

Masalah utama yang harus diselesaikan adalah menjalin komunikasi bersama dan hubungan lebih erat dengan pemerintah untuk menyingkirkan segala pajak/retribusi yang dinilai tidak adil.

Tidak hanya itu, Herdman menambahkan pihaknya betul-betul meminta bantuan kepada stakeholders terkait beberapa zona terbang yang dianggap rawan konflik. Hal itu terjadi menyusul peristiwa penembakan pesawat Malaysia Airlines MH17.

Masalah lain yang disoroti adalah wabah ebola. Untuk segmen ini, Herdman akan berkolaborasi dengan pemerintah setempat dan otoritas kesehatan terkait untuk mengetahui wilayah-wilayah mana saja yang terkena dampak penyakit menular ini

Masalah lingkungan berupa emisi gas buang karbon pesawat juga menjadi prioritas yang segera akan ditindaklanjuti. Selanjutnya adalah fasilitas penumpang, di mana Heardman menginstruksikan kepada industri maskapai dan stakeholders lain menggunakan teknologi baru seperti alat biometrik dan mesin pembaca data lainnya untuk meningkatkan pelayanan dan proses penumpang.

Ditemui di lokasi yang sama, Direktur Utama PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) Emirsyah Satar menyatakan, seluruh kesimpulan yang disampaikan Herdman adalah suara yang disampaikan anggota AAPA.

"Saya rasa bagi kami tetap berpegangan pada safety, lingkungan, dan kesiapan infrastruktur. Itu semua sudah tertuang," tandasnya.

(wij/hds)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads