Selain pelayanan, para abdi negara termasuk para pegawai BMKG juga harus pandai 'jualan', bisa mengetahui apa kebutuhan masyarakat, dan bisa bermanfaat untuk orang banyak.
Ia menceritakan soal keberhasilannya mengubah PT KAI menjadi perusahaan yang fokus pada pelayanan dan pelanggan. Sambil bercanda, Jonan mengatakan keberhasilannya kini membuahkan hasil, dipercaya oleh Presiden Jokowi sebagai menteri.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jonan menambahkan, sebagai abdi negara juga tak boleh membuang-buang sumber daya yang ada, seperti di Kementerian Perhubungan ada Pusat Penelitian dan Pengembangan (Puslitbang). Puslitbang Kemenhub harus dimaksimalkan agar bisa berguna untuk masyarakat.
"Litbang itu harus kampanye bahwa gunanya itu ada, itu penting sekali," katanya.
Ia juga menekankan pentingnya marketing bagi aparat pemerintah. Jonan mengilustrasikan banyak grup-grup besar musik dunia dari berbagai negara justru terkenal karena 'dikemas' di Amerika Serikat (AS) .
"Saya tak menyarankan bapak sampai situ. BMKG kalau dipasarkan makin besar," katanya.
Jonan mengungkapkan BMKG harus meningkatkan perannya di masyarakat, bisa menjawab tantangan kebutuhan, dan dikenal masyarakat. Misalnya soal pemasangan early warning system cuaca di UPT (Unit Pelaksana Teknis), syahbandar, dan Otban (Otoritas Bandara) agar digunakan untuk membaca perubahan cuaca demi demi keselamatan transportasi.
"Menhub baru tahu ada kantor BMKG di sini, hari ini. Bapak bisa kira-kira sendiri (kenapa bisa kayak gitu). Teman-teman Kemenhub itu belajarnya keras," katanya.
(hen/dnl)











































