Ini Bukti Kerugian Petani Bila Irigasi Tak Diurus Pemerintah

Ini Bukti Kerugian Petani Bila Irigasi Tak Diurus Pemerintah

- detikFinance
Kamis, 20 Nov 2014 12:03 WIB
Ini Bukti Kerugian Petani Bila Irigasi Tak Diurus Pemerintah
Mentan Amran Sulaiman di Lokasi Irigasi di Pekalongan
Pekalongan -

Kasus perbaikan Bendung Simbang di Pekalongan (Jawa Tengah) yang berlarut-larut menjadi contoh petani dirugikan bila infrastruktur pertanian tak diperhatikan pemerintah. Selama hampir 4 tahun, para petani kesulitan mendapatkan air akibat irigasi tak mendapatkan pasokan air dari bendung yang rusak.

Koordinator penyuluh Balai Penyuluhan Pertanian dan Kehutanan (BPPK) Kecamatan Kedungwuni, Pekalongan, Sodik mengatakan keringnya lahan petani akibat irigasi yang rusak, membuat produktivitas per hektar lahan padi menurun. Penyebabnya petani hanya mengandalkan air hujan atau bercocok tanam hanya sekali dalam setahun padahal seharusnya bisa dua kali.

"Kerugian dalam setahun mengalami kerugian sekitar kalau rata-rata produksi satu hektarnya 5 ton maka kerugian kita adalah 1.125 ton per tahun setara beras. Sudah 4 tahun mangkrak jadi rugi 4.500 ton," kata Sodik di acara blusukan Mentan Amran Sulaiman di Desa Kalipancur, Kecamatan Bojong, Pekalongan, Kamis (20/11/2014).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sodik berharap perbaikan Bendung Simbang bisa secepatnya tuntas sehingga petani bisa memproduksi padi dengan baik. Perbaikan bendung ini kini baru mencapai 70% yang dilakukan oleh Kementerian PU dan Pera, targetnya selesai akhir tahun ini.

"Target akhir tahun bendung jadi," katanya.

Terkait dengan kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM), Sodik mengakui permasalahan ini dikeluhkan para petani di Pekalongan, terutama soal dampaknya pada kenaikan harga.

"Harga BBM naik para petani pada mengeluh karena akan diikuti kenaikan lainnya, tapi mau dikata apalagi kita harus mengikuti pemerintah. Di Pekalongan paling hanya mengeluh saja tidak sampai ada tindakan anarkis," katanya.

(hen/hds)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads