Sampai saat ini, program tersebut telah menghabiskan dana Rp 1,45 triliun. Sumbernya berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), serta pinjaman dari Japan International Cooperation Agency (JICA).
Apa saja hasilnya?
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
1. Bidang Transportasi
- Pembangunan jalan baru sepanjang 8.288,55 km.
- Rehabilitasi Jalan rusak sepanjang (akumulasi) 585,2 km.
- Pembangunan jembatan baru sepanjang (akumulasi) 22,03 km.
- Rehabilitasi jembatan (akumulasi) 8,52 km.
- Tambahan perahu 230 unit.
- Fasilitas penyediaan air bersih 2.109 unit.
- Fasilitas pipa air bersih sepanjang (akumulasi) 508,6 km.
- Fasilitas MCK sebanyak 1.312 unit.
- Drainase lingkungan sepanjang (akumulasi) 328,87 km.
- Rehabilitasi Puskesmas Pembantu 8 unit.
- Pembangunan dan rehabilitasi Polindes atau Poskesdes 141 unit.
- Pembangunan atau rehabilitasi Posyandu 771 unit.
- Pembangunan saluran irigasi sepanjang (akumulasi) 592,15 km.
- Pembangunan bangunan pendukung irigasi sebanyak 807 unit.
- Pembangunan jalan usaha tani sepanjang (akumulasi) 610,37 km.
- Pembangunan tanggul sepanjang (akumulasi) 36,44 km
- Pembangunan pasar desa 379 unit.
- Rehabilitasi pasar desa 37 unit.
- Pembangunan lantai jemur 197 Unit.
- Gudang 124 unit.
- Rehabilitasi SD/MI 452 unit.
- Rehabilitasi SMP/MTs 72 unit.
"Kegiatan ini diharapkan dapat mensinergikan program pemerintah pusat dan daerah dalam pengembangan komoditas unggul di kawasan KSK," kata Dadang Krisnandar, Sekretaris Ditjen Cipta Karya Kementerian PU dan Perumahan Rakyat, saat membuka acara ini, Kamis (20/11/2014).
Ia menyebutkan, program tersebut ini telah mencakup 237 kecamatan di 34 kabupaten di 9 provinsi yaitu Sumatera Utara, Jambi, Bengkulu, Bangka Belitung, Kalimantan Selatan, Kalimantan Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, dan Nusa Tenggara Barat.
(dna/hds)











































