Mentan Amran: 52% Irigasi Rusak, 20-30 Tahun Tak Diperbaiki

Mentan Amran: 52% Irigasi Rusak, 20-30 Tahun Tak Diperbaiki

- detikFinance
Kamis, 20 Nov 2014 15:30 WIB
Mentan Amran: 52% Irigasi Rusak, 20-30 Tahun Tak Diperbaiki
Tegal - Dari sekitar 7 juta hektar lahan persawahan di Indonesia, ada 52% atau sekitar 3 juta hektar sawah kondisi irigasinya rusak. Rusaknya irigasi mempengaruhi produktivitas lahan padi yang dihasilkan.

Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman mengatakan sebagai menteri yang berlatar belakang pengusaha dan dosen, ia berkomitmen akan memperbaiki persoalan ini, sehingga Indonesia bisa swasembada pangan. Ia mengungkapkan selama berpuluh-puluh tahun, tak banyak irigasi yang diperbaiki.

"Kalau kita mau swasembada. Irigasi masalahnya 52%, atau 3 juta hektar yang rusak seluruh Indonesia. 20-30 tahun tak diperbaiki dan rehabilitasi," kata Amran di kantor PT Sang Hyang Seri (Persero), Tegal, Jawa Tengah, Kamis (20/11/2014).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia mengatakan selama ini penanganan irigasi menjadi tanggung jawab Kementerian Pekerjaan Umum, Kementerian Pertanian, dan pemerintah daerah. Pekan lalu, ia bersama Menteri PU-Pera Basuki Hadimuljono berkomitmen saling kerja sama agar tak saling tumpang tindih dalam menangani irigasi.

Jaringan irigasi terbagi menjadi 3 macam yaitu, irigasi primer itu adalah irigasi utama yang mengalirkan air langsung dari bendung ataupun bendungan. Irigasi sekunder adalah irigasi yang menghubungkan saluran utama dengan saluran tersier. Sementara saluran irigasi tersier adalah jaringan saluran yang tersebar di dalam area persawahan.

"Ada egoisme sektoral dan ini harus kita perbaiki," katanya.

Amran menambahkan selama 5 tahun ke depan, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menargetkan bisa mencetak 1 juta hektar lahan sawah baru per tahun. "Jadi kalau 3 tahun bisa 3 juta hektar. Saya cek ke lapangan, ada pembangunan irigasi tapi nggak ada airnya buat apa," kata Amran.

(hen/hds)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads