Info Bos PD Pasar Jaya ke Mendag Rachmat Gobel: Ada Mafia di Pasar Induk!

Info Bos PD Pasar Jaya ke Mendag Rachmat Gobel: Ada Mafia di Pasar Induk!

- detikFinance
Jumat, 21 Nov 2014 10:41 WIB
Info Bos PD Pasar Jaya ke Mendag Rachmat Gobel: Ada Mafia di Pasar Induk!
Jakarta - Menteri Perdagangan Rachmat Gobel serta Menteri Koperasi dan UMKM meluangkan waktu untuk menggelar rapat saat blusukan ke Pasar Klender, Jakarta Timur. Rapat ini diikuti juga petinggi Kementerian Perdagangan, Dirut PD Pasar Jaya Djangga Lubis, serta Kepala Dinas UMKM dan Perdagangan DKI Jakarta Joko Kundaryo.

Dalam rapat ini, Rachmat Gobel memperoleh pejelasan seputar sistem distribusi dan pengaturan harga di Pasar Klender serta pasar lain di bawah PD Pasar Jaya. Djangga, kepada Gobel, menyebut masih adanya permainan para pedagang besar di pasar-pasar sehingga harga bisa dikontrol.

"Dia (pedagang kecil atau petani) ke pasar induk nggak bisa jualan. Ada mafia-nya," ungkap Djangga saat rapat di Pasar Klender, Jakarta, Jumat (21/11/2014).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sementara itu, Joko menerangkan tentang masih maraknya pedagang yang berjualan di luar area pasar. Meski telah berkali-kali ditertibkan, para pedagang kembali berjualan di pinggir jalan.

Pedagang sudah dibujuk berjualan di lantai-lantai atas pasar milik PD Pasar Jaya. Namun mereka kembali berjualan di tepi jalan karena pembeli enggan naik hingga ke lantai atas.

"Pedagang di sini jarang keluar. Tapi kalau yang di bawah jembatan banyak. Pernah Satpol PP tongkrongin pakai mobil, malah mobil Satpol PP dipakai tempat jualan. Di PD Pasar Jaya, konsumen kita liberal. Konsumen bilang, kalau nggak mau naik bagaimana?" papar Joko.

Mendengar keluhan tersebut, Rachmat Gobel berjanji memangkas dan memperbaiki jalur distribusi barang pokok. Termasuk meminta prioritas pengiriman barang pangan.

Untuk keluhan sepinya pasar di lantai atas, dia menyarankan kepada pengola pasar untuk membuat program pemasaran yang kreatif. "Dibuat marketing belanja di dalam pasar. Bisa tukar poin. Jadi orang mau jualan di dalam ada poinnya," jelasnya.

(feb/hds)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads