Dalam rapat ini, Rachmat Gobel memperoleh pejelasan seputar sistem distribusi dan pengaturan harga di Pasar Klender serta pasar lain di bawah PD Pasar Jaya. Djangga, kepada Gobel, menyebut masih adanya permainan para pedagang besar di pasar-pasar sehingga harga bisa dikontrol.
"Dia (pedagang kecil atau petani) ke pasar induk nggak bisa jualan. Ada mafia-nya," ungkap Djangga saat rapat di Pasar Klender, Jakarta, Jumat (21/11/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pedagang sudah dibujuk berjualan di lantai-lantai atas pasar milik PD Pasar Jaya. Namun mereka kembali berjualan di tepi jalan karena pembeli enggan naik hingga ke lantai atas.
"Pedagang di sini jarang keluar. Tapi kalau yang di bawah jembatan banyak. Pernah Satpol PP tongkrongin pakai mobil, malah mobil Satpol PP dipakai tempat jualan. Di PD Pasar Jaya, konsumen kita liberal. Konsumen bilang, kalau nggak mau naik bagaimana?" papar Joko.
Mendengar keluhan tersebut, Rachmat Gobel berjanji memangkas dan memperbaiki jalur distribusi barang pokok. Termasuk meminta prioritas pengiriman barang pangan.
Untuk keluhan sepinya pasar di lantai atas, dia menyarankan kepada pengola pasar untuk membuat program pemasaran yang kreatif. "Dibuat marketing belanja di dalam pasar. Bisa tukar poin. Jadi orang mau jualan di dalam ada poinnya," jelasnya.
(feb/hds)










































