PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) menerima chairmanship Association of Asia Pacific Airlines (AAPA -asosiasi perusahaan penerbangan Asia Pasifik yang berbasis di Kuala Lumpur, Malaysia) dari maskapai penerbangan Jepang All Nippon Airways (ANA) dalam kegiatan AAPA 58th Assembly of Presidents yang dilaksanakan di Tokyo, Jepang, pada 18-19 November 2014.
Dalam pertemuan tahunan tersebut, Direktur Utama Garuda Emirsyah Satar ditunjuk sebagai Chairman AAPA untuk periode tahun 2015, menggantikan President & CEO All Nippon Airways Osamu Shinobe.
AAPA didirikan pada tahun 1966 di Manila, Filipina, sebagai forum bagi perusahaan penerbangan di kawasan Asia Pasifik untuk saling melakukan pertukaran informasi, pandangan dan melaksanakan diskusi/pembahasan terhadap berbagai isu dan perkembangan industri penerbangan, baik dari sisi komersial maupun teknikal, khususnya di kawasan Asia Pasifik.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam pertemuan AAPA 58th Assembly of Presidents tersebut, AAPA menetapkan beberapa resolusi untuk menghadapi tantangan yang dihadapi oleh perusahaan-perusahaan penerbangan di kawasan Asia Pasifik, di antaranya sebagai berikut, seperti dikutip dari siaran pers Garuda, Jumat (21/11/2014).
Pertama, pertukaran informasi mengenai keselamatan penerbangan. AAPA mendorong pemerintah negara-negara di dunia untuk meningkatkan upaya-upaya penyampaian informasi yang akurat berkaitan dengan keselamatan penerbangan global dan mendukung pengembangan sistem distribusi informasi, terutama yang berkaitan dengan status keamanan penerbangan sipil di daerah-daerah rawan konflik.
Kedua, Air Traffic Management and Surveillance. AAPA mendorong pemerintah negara-negara di dunia untuk berkolaborasi dengan para pemangku kepentingan industri penerbangan untuk memperkuat dan menguji secara berkala prosedur yang berlaku dalam menghadapi situasi darurat.
Ketiga, penanganan wabah penyakit menular. AAPA mendorong pemerintah negara-negara di dunia dan institusi/badan otoritas kesehatan agar berkolaborasi dan berkoordinasi dengan World Health Organisation (WHO) maupun pemerintah negara-negara lain untuk mengantisipasi dan menangani potensi penyebaran wabah penyakit menular secara tepat.
Keempat, Unfair Taxation. AAPA melalui pertemuan tahunan kali ini juga memperbaharui tuntutannya kepada pemerintah negara-negara dunia untuk membebaskan pembebanan pajak yang memberatkan (unfair taxation) perusahaan-perusahaan penerbangan, terutama mengingat belum pulihnya kondisi perekonomian global hingga saat ini, yang berdampak pada kinerja perusahaan penerbangan.
Kelima, isu lingkungan. AAPA mendorong pemerintah negara-negara di dunia untuk berkolaborasi dengan industri penerbangan untuk mengembangkan dan mengimplementasikan skema-skema yang telah ditetapkan dalam mencapai pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.
Keenam, peningkatan layanan untuk pengguna jasa. AAPA mendorong pemerintah-pemerintah negara dunia untuk berkolaborasi dengan industri penerbangan untuk mengupayakan langkah-langkah peningkatan layanan kepada pengguna jasa, terutama menyangkut proses keimigrasian dan kemudahan dalam pengurusan visa.
Saat ini AAPA beranggotakan sebanyak 16 perusahaan penerbangan berjadwal, yaitu Air Astana, All Nippon Airways, Asiana Airlines, Bangkok Airways, Cathay Pacific Airways, China Airlines, Dragonair, EVA Airways, Garuda Indonesia, Japan Airlines, Korean Air, Malaysia Airlines, Philippine Airlines, Royal Brunei Airlines, Singapore Airlines, dan Thai Airways International.
Setiap tahunnya AAPA dipimpin secara bergantian oleh CEO maskapai penerbangan anggota AAPA. Chairmanship AAPA oleh Garuda Indonesia, yang bergabung sebagai anggota AAPA pada tahun 1967, untuk periode tahun 2015 merupakan yang kedua kalinya.
Sebelumnya, mantan Direktur Utama Garuda Indonesia Abdulgani ditunjuk sebagai Chairman AAPA untuk periode tahun 2001.
(ang/dnl)











































