Dapat Laporan Soal Mafia di Pasar, Ini Tanggapan Mendag Rachmat Gobel

Dapat Laporan Soal Mafia di Pasar, Ini Tanggapan Mendag Rachmat Gobel

- detikFinance
Jumat, 21 Nov 2014 13:12 WIB
Dapat Laporan Soal Mafia di Pasar, Ini Tanggapan Mendag Rachmat Gobel
Jakarta - Menteri Perdagangan (Mendag) Rachmat Gobel menerima laporan dari pengurus pasar terkait praktik permainan harga di pasar tradisional yang bisa disebut sebagai 'mafia pasar'. Rachmat Gobel berjanji membenahi atau memangkas sistem distribusi barang agar lebih singkat sampai ke pasar hingga ke konsumen.

"Tergantung sistem kita bangun. Kalau sistem bangun. Itu bisa kurangi mafia," kata Gobel saat blusukan di Pasar Klender, Jakarta Timur, Jakarta Timur, Jumat (21/11/2014).

Selain menangani masalah mafia, Gobel akan menfasilitasi pengangkutan produk pangan menggunakan kereta api. Harapannya biaya logistik lebih efisien dan cepat.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Bagaimana masalah logistik diatur. Di pelabuhan untuk prioritaskan bahan pokok didahulukan supaya nggak tertunda di pelabuhan. Saya juga minggu depan bertemu dengan menhub (menteri perhubungan) bahas logistik bagaimana pakai jalur kereta api," ujarnya.

Ia memperkirakan dengan menggunakan KA, maka bisa menekan ongkos angkut bahan pangan. Selama ini biaya logistik barang di Indonesia rata-rata bisa mencapai 17%-20% dari harga barang.

"Tergantung jalan rusak dan macet. Saya mau coba pelajari jalur logistik masuk ke pasar," ujarnya.

Saat ke Pasar Klender, Rachmat Gobel memperoleh pejelasan seputar sistem distribusi dan pengaturan harga di Pasar Klender serta pasar lain di bawah PD Pasar Jaya. Dirut PD Pasar Jaya Djangga Lubis menyebut masih adanya permainan para pedagang besar di pasar-pasar sehingga harga bisa dikontrol oleh pihak tertentu.

"Dia (pedagang kecil atau petani) ke pasar induk nggak bisa jualan. Ada mafia-nya," ungkap Djangga

(feb/hen)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads