โPemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) bakal menggenjot pembangunan infrastruktur dalam 5 tahun ke depan. Jokowi butuh lebih dari Rp 5.500 triliun untuk membangun infrastruktur selama periode 2015-2019.
โDalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2015-2019, pemerintah setidaknya butuh anggaran sekitar Rp 5.519 triliunโ. Namun tidak semua dapat dibiayai dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
"Perlu dukungan pembiayaan dari swasta, termasuk dari luar negeri. Tentunya juga melalui BUMN," ungkap Deputi Bidang Sarana dan Prasarana Kementerian Perencanaan Pembangunan (PPN)/Bappenas Dedy S Priatna di kantornya, Jakarta, Jumat (21/11/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pembangunan tol laut dan infrastruktur kemaritiman. Perhubungan laut membutuhkan dana Rp 900 triliun," kata Dedy.
Dana lebih dari Rp 5.500 triliun tersebut, lanjut Dedi, โbakal bersumber tak hanya dari APBN. Dia merinci, perkiraan sumber pendanaan bakal berasal APBN sebesar Rp 2.215,6 triliun (40,14%), APBD Rp 545,3 triliun (9,88%), BUMN Rp 1.066,2 triliun (19,32%), dan swasta senilai Rp 1.692,3 triliun (30,66%).
"Ada untuk jalan, kereta api, perhubungan laut, udara, darat, transportasi perkotaan dan lain-lain," katanya.
(zul/hds)











































