"Ekspor perhiasan ini naik 100,42% dibandingkan tahun lalu," kata Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan (Kemendag) Nus Nuzulia Ishak dalam keterangan tertulisnya, Minggu (23/11/2014).
Untuk meningkatkan ekspor, pihaknya mendorong inovasi dan kreativitas para perajin kriya perhiasan nasional. Salah satunya lewat pameran Indonesia Jewellery Show ke-9 pada 20β23 November 2014 di Kartika Expo, Balai Kartini, Jakarta.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia mengatakan ada tren positif sebesar 28,03% selama lima tahun terakhir yang ditunjukkan oleh ekspor mutumanikam nusantara ke Singapura, Hong Kong, Afrika Selatan, Amerika Serikat, dan Uni Emirat Arab menjadi negara tujuan utama ekspor perhiasan Indonesia.
Pada Indonesia Jewellery Show, dalam paviliun seluas 108 m2, Kemendag menampilkan 15 perusahaan produsen perhiasan berkualitas dari berbagai daerah di Indonesia.
Keanekaragaman mutumanikam antaralain perak, emas, mutiara, kerang, keramik, batu-batuan,dan berlian. Produk-produk yang ditampilkan tersebut telah diakui di pasar lokal maupun internasional.
Beberapa di antaranya adalah peraih penghargaan kriya dunia (World Craft Council) dengan produk dikategorikan memiliki kualitas sempurna (excellent), berbasis pada budaya atau tradisi lokal (autenthic), inovatif dari segi desain maupun proses produksi (innovative ), dapat diterima pasar domestik dan internasional (marketable), serta ramah lingkungan dan memenuhi tanggung jawab sosial (social responsibility).
IndonesiaJewellery Show merupakan pameran perhiasan yang rutin digelar. Pameran tahun ini akan diikuti lebih dari 200 perajin perhiasan dari seluruh Indonesia dengan estimasi pengunjung 10-15.000 orang.
(rrd/hen)











































