Waduk Jatigede Terus Molor, Ini Dampak Negatifnya

Waduk Jatigede Terus Molor, Ini Dampak Negatifnya

- detikFinance
Senin, 24 Nov 2014 13:08 WIB
Waduk Jatigede Terus Molor, Ini Dampak Negatifnya
Ilustrasi waduk
Jakarta - Proyek Waduk Jatigede yang digagas 1960-an terus molor pengerjaannya. Hal ini memberi dampak negatif yang tidak sedikit. Apa saja itu?

Direktur Jenderal Sumber Daya Air (SDA) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU Pera) Mudjiadi menyebut, ada sedikitnya 3 kerugian besar yang harus ditanggung akibat molornya pembangunan Waduk Jatigede.

Pertama adalah anggaran yang harus dikeluarkan untuk merelokasi warga yang kembali menduduki area genangan atau waduk lantaran pembangunan proyek ini terus molor. Pemerintah harus merogok Rp 692 miliar untuk kompensasi lebih dari 11.000 kepala keluarga (KK).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kedua, adalah tertundanya pengairan 90.000 hektar sawah yang sangat mengandalkan beroperasinya Waduk Jatigede. "Sekarang, ketika musim kering tidak semua sawah bisa dialiri karena airnya terbatas," kata Mudjiadi di Hotel Sultan, Jakarta, Senin (24/11/2014).

Padahal, lanjut dia, bila Waduk Jatigede sudah beroperasi, kapasitas produksi pertanian di kawasan tersebut dapat meningkat minimal 2 kali lipat. "Setelah ada Jatigede, itu 90.000 hektar bisa setahun 2 kali bisa panen. Minimal itu, kalau kita optimasi mungkin bisa lebih," tegas dia.

Kerugian ketiga adalah terhambatnya peningkatan penyediaan listrik di Pulau Jawa. Waduk Jatigede bisa menjadi sumber energi Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) berkapasitas 110 mega watt.

"Tapi karena airnya belum mengalir, jadi PLTA juga belum bisa beroperasi," ujar Mudjiadi.

(dna/hds)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads