"Saat ini bukan waktu yang enak jadi menteri. Kenapa? Karena kondisi lingkungan ekonomi tidak begitu baik," ungkap Sofyan dalam seminar yang diselenggarakan DBS di The Ritz Carlton, Pacific Place, Jakarta, Selasa (25/11/2014)
Kondisi ini terlihat dari belum membaiknya perekonomian dunia. Pertumbuhan ekonomi Tiongkok tak sesuai harapan. Begitupun dengan Uni Eropa dan beberapa negara di kawasan Amerika Selatan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun, perbaikan AS juga tidak berdampak positif untuk Indonesia dalam jangka pendek. Karena ada kebijakan penarikan stimulus yang dilakukan sejak akhir tahun lalu dan akan disusul kenaikan suku bunga The Fed.
"Dampaknya tidak cukup bagus untuk kita," imbuhnya.
Di samping itu, harga komoditas terus turun, terutama untuk komoditas andalan ekspor Indonesia. Ini terjadi pada batu bara dan crude palm oil (CPO) atau minyak sawit. Sehingga timbul masalah pada neraca perdagangan.
"Sekarang harga komoditas turun. Jadi menjadi menteri sekarang, bukanlah kesempatan yang bagus. Karena begitu banyak persoalan," tukasnya.
(mkl/dnl)











































