"Ke depan tantangan perekonomian sangatlah berat. Tapi pengalamannya, good policy selalu datang saat waktu sempit seperti itu," ujarnya dalam seminar yang diselenggarakan DBS di The Ritz Carlton, Pacific Place, Jakarta, Selasa (25/11/2014).
Hal yang sama, lanjut Sofyan, juga terjadi di Tiongkok. Pada era 1960 sampai 1980, Tiongkok berada dalam situasi sulit karena ekonominya sangat tertutup. Hingga kemudian dikeluarkan kebijakan untuk liberalisasi ekonomi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Begitupun dengan Korea Selatan (Korsel). Lepas dari perpecahan dengan Korea Utara, negara ini bisa mengeluarkan kebijakan tepat. Salah satunya adalah dengan menyekolahkan individu produktif ke luar negeri.
"Mereka yang kembali ke negaranya setelah selesai kuliah. Hasilnya, mampu membawa ekonominya tumbuh," katanya.
Sofyan menambahkan, kebijakan yang tepat juga harus diiringi dengan konsistensi. Sebab kebijakan ekonomi akan membuahkan hasil ketika berjalan secara berkelanjutan.
"Setelah good policy, maka kemudian adalan konsistensi pada kebijakan itu," imbuhnya.
(mkl/hds)











































