Selain dari TNI Angkatan Laut dan Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU), maskapai penerbangan Susi Air juga bakal dilibatkan dalam kegiatan pengawasan laut Indonesia.
"Jadi pada prinsipnya kita ini Indonesia saling membantu apakah itu KKP (Kementerian Kelautan dan Perikanan), TNI AL, KSAU dan semua pihak itu punya hak. Ini adalah sebuah kerjasama yang ingin mempercepat (pemberantasan illegal fishing). Pokoknya dengan berbagai pihak (termasuk Susi Air)," kata Sekjen KKP Syarief Widjaja kepada detikFinance, Selasa (25/11/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu, Sekretaris Perusahaan Susi Air Bey B. Subagio mengatakan belum ada kerjasama dengan pihak KKP. Meskipun ia tak menampik ada usulan dari Susi Pudjiastuti untuk kerjasama pengawasan kelautan dengan Susi Air.
"Saya belum dapat info sampai sekarang. Yang pasti hubungannya harus dimengerti dulu apakah b to b atau bisnis yang lain. Kita lihat juga prosedur yang berlaku atau sistem kontrak atau tender. Kemarin kita sempat ngobrol dengan Bu menteri, kita harus paham kerjasama harus sesuai dengan aturan," kata Bey saat dihubungi terpisah.
Selain itu, teknologi canggih berupa Infrastructure Development for Space Oceanography (INDESO) juga dikerahkan untuk mengawasi laut Indonesia. INDESO merupakan program yang didesain untuk memantau kondisi perairan Indonesia termasuk biogeokimia dan ekosistem dengan melibatkan berbagai disiplin ilmu.
INDESO ditujukan juga untuk memperketat pengawasan terhadap aksi pencurian ikan di perairan Indonesia sekaligus melindungi kekayaan biodiversitasnya.
"Kita juga pakai INDESO dengan satelit untuk memerikan data-data yang penting," cetusnya.
(wij/hen)











































