VP Corporate Communications of PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) Pujobroto mengatakan, hal tersebut tidak terlalu mempengaruhi harga tiket. Pasalnya, penurunan harga avtur alias bensin pesawat juga tidak secepat harga minyak dunia.
"Tidak pengaruh. Karena di penerbangan itu sudah ada beberapa kategori, dalam hal ini bahwa harga tiket sudah ada variasi-variasinya, dari yang murah, agak mahal, dan mahal," kata Pujobroto usai acara penandatanganan kerjasama di kantornya, Komplek Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Selasa (25/11/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lagipula. Direktur Utama Garuda Emirsyah Satar sebelumnya sudah mengatakan turunnya harga avtur ini tidak secepat minyak dunia. Sehingga, hal ini belum memberi pengaruh yang signifikan terhadap bisnis maskapai penerbangan.
"Avtur itu 40% dari operating cost. Jadi kalau (harga) turun 5%, itu lumayan (biaya operasi) bisa turun 2%. Tapi masalahnya sekarang avtur itu turunnya tidak secepat harga minyak dunia ya," ujar Emir pada kesempatan yang sama.
Akhir Tahun Penjualan Tiket Penerbangan Semarak
Menjelang akhir tahun ini, penjualan tiket maskapai penerbangan diperkirakan meningkat. Banyak orang mengambil liburan akhir tahun ditambah hari raya Natal.
"Sudah pasti akhir tahun terjadi peningkatan penjualan tiket, banyak orang yang akan merayakan tahun baru di Bali. Ya peningkatan 15-20% dibandingkan pembelian harian. Niasanya natal ramai di Medan. dan untuk tahun baru itu di Bali, Singapura, Malaysia, Hong Kong," ujar Pujobroto.
Bahkan, kata Pujobroto, sudah banyak orang yang memesan tiket mulai saat ini. Para agen wisata perjalanan juga sudah mulai menerima banyak pesanan.
"Sama dengan pola lebaran, biasanya yang akan terasa H-7 mulai Natal hingga tahun baru H+7," jelasnya.
(ang/ang)











































