Buruh Minta UMP Dihitung Pakai Dolar, JK: Hormatilah Rupiah

Buruh Minta UMP Dihitung Pakai Dolar, JK: Hormatilah Rupiah

- detikFinance
Selasa, 25 Nov 2014 18:34 WIB
Buruh Minta UMP Dihitung Pakai Dolar, JK: Hormatilah Rupiah
Jakarta - Kalangan serikat pekerja/buruh DKI Jakarta mengusulkan perhitungan kenaikan Upah Minimum Provinsi (UMP) menggunakan acuan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. Buruh beralasan, nilai UMP Jakarta tahun depan meski naik 11% ternyata turun nilainya bila dihitung pakai dolar AS.

Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla (JK) ikut angkat bicara soal keinginan buruh ini. Namun JK tak menanggapi panjang lebar soal permintaan buruh.

"Hormatilah rupiah," seru JK usai menghadiri acara Indonesia Economic Forum di Hotel Ritz Carlton Mega Kuningan, Jakarta, Selasa (25/11/2014)

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Anggota Dewan Pengupahan DKI Jakarta dari Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Dedy Hartono dalam kajiannya mengatakan bahwa UMP 2015 mengalami penurunan dibandingkan 2014, bila menggunakan acuan mata uang dolar Amerika Serikat (AS). Ia menganggap sah-sah saja jika dolar AS dijadikan patokan dalam perhitungan nilai UMP.

Dedy menganggap nilai UMP DKI Jakarta 2015 sebesar Rp 2,7 juta per bulan justru mengalami penurunan dibandingkan 2014 sebesar Rp 2,4 juta per bulan. Pada 2014, UMP DKI Jakarta dihitung saat nilai tukar dolar AS terhadap rupiah masih Rp 10.000 sehingga upah dalam dolar AS adalah US$ 241 per bulan.

Sementara UMP DKI 2015 sebesar Rp 2,7 juta/bulan dihitung kurs Rp 12.000 per dolar AS sehingga upah menjadi US$ 225 per bulan. Artinya, UMP DKI Jakarta turun US$ 16 per bulan.

"Faktanya memang UMP DKI Jakarta 2015 terjadi penurunan. Kenaikan UMP yang dikatakan 11% tahun ini jika dibandingkan persentase kenaikan dolar malah menurun dari segi nominalnya," jelas Dedy.

(dna/hen)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads