Pemerintah Inginkan Hibah Tahun 2005 Dilimpahkan ke 2006

Pemerintah Inginkan Hibah Tahun 2005 Dilimpahkan ke 2006

- detikFinance
Rabu, 19 Jan 2005 15:14 WIB
Jakarta - Pemerintah akan berupaya memindahkan hibah yang semestinya dikucurkan tahun 2005 ke tahun 2006. Hal itu dilakukan untuk mengantisipasi kebutuhan pembiayaan pada tahun 2006 khususnya menyangkut rehabilitasi dan rekonstruksi Aceh."Karena memang hibah yang masuk sudah lebih dari cukup untuk keperluan tahun 2005, maka kita sedang mengidentifikasi hibah untuk 2005 yang bisa di-carry over (dialihkan) di tahun 2006 karena pembiayaan yang paling kritikal adalah untuk tahun 2006-2009," ujar Sri Mulyani. Meneg PPN/Kepala Bappenas Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan hal itu dalam jumpa pers disela-sela sidang CGI di Gedung BI, Jalan MH Thamrin, Jakarta, Rabu (19/1/2005).Disebutkan, dalam jangka panjang pembiayaan untuk rehabilitasi dan rekonstruksi memang perlu dicarikan sumber lain misalnya pemerintah akan mengajukannya melalui Paris Club 3 bulan lagi. Menurut Sri Mulyani besaran pengajuan pembiayaan untuk Aceh lewat Paris Club kan sangat tergantung dengan dana yang bisa di-cary over untuk tahun 2006 dan 2007. "Kalau hibah dan Paris Club tidak memadai, maka kita akan memasukkan sumber-sumber lain seperti soft loan," kata Sri Mulyani.Ia kembali menegaskan untuk pembiayaan rehabilitasi dan rekonstruksi Aceh yang diperkirakan US$ 4,5 miliar, 50 persennya akan berasal dari anggaran pemerintah dan 50 persen dari bantuan luar negeri. Ketika ditanya soal angka Bank Dunia yang menyebutkan perekonomian akan terpangkas 0,1-0,4 persen akibat tsunami, Sri Mulyani mengatakan hal itu bisa dikompensasi melalui masuknya investasi baik di Aceh maupun di tempat lain. Pemerintah optimis investasi akan segera masuk dengan melihat tingginya antuasiasme investor seperti terlihat dalam infrastructure summit. (qom/)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads