Pemesanan 40 unit pesawat ini akan menambah total pesawat ATR yang telah dipesan Lion Air menjadi 100 unit. CEO Lion Group Rusdi Kirana menyampaikan hal ini dalam pertemuan dengan para wartawan di Roma, Italia, Kamis (27/11/2014).
Rusdi mengungkapkan, perusahaannya akan memperluas bisnis aviasinya ke Malaysia dan Thailand, ditambah ada satu negara lain.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu, Direktur Umum Lion Air Edward Sirait menjelaskan alasan Lion Air memilih pesawat ATR buatan Prancis dan Italia itu untuk mengembangkan bisnis maskapai tersebut.
Dikatakan Edward, pesawat jenis ATR sangat efisien dan tangguh digunakan untuk jarak pendek dan daerah-daerah terpencil di luar Jawa. Pesawat ini cocok dengan spesifikasi runway di bandara Indonesia pada umumnya yang tidak memungkinkan untuk semuanya menggunakan jet.
โDan market-nya lebih banyak,โ ujar Edward.
Sebelumnya, pada November 2011 Lion Air menandatangani pembelian 230 pesawat tipe Boeing 737 MAX dan Boeing 737-900ER. Total dana untuk pembelian ini mencapai US$ 21,7 miliar. Penandatanganan MoU pembelian ini disaksikan langsung oleh Presiden Amerika Serikat, Barack Obama di Nusa Dua Bali.
Lion juga telah memesan 234 unit pesawat Airbus senilai US$ 24 miliar. Pesawat tersebut didatangkan secara bertahap mulai Juli 2013 hingga tahun 2026. Dengan demikian, Lion Air dalam tiga tahun terakhir telah membelanjakan sekitar US$ 48 miliar (Rp 576 triliun) untuk belanja pesawat.
(ita/ang)










































