Di Depan Para Bankir, Menteri Susi Cerita Soal Pencurian Ikan

Di Depan Para Bankir, Menteri Susi Cerita Soal Pencurian Ikan

- detikFinance
Kamis, 27 Nov 2014 16:28 WIB
Di Depan Para Bankir, Menteri Susi Cerita Soal Pencurian Ikan
Jakarta - Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti membeberkan beberapa kelemahan sektor maritim di Indonesia, termasuk 'kebocoran' dari praktik pencurian ikan. Hal ini disampaikan Susi di depan para bankir dan pengusaha dalam acara diskusi dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

"Kita punya laut nomor dua terpanjang di dunia, ekspor kita nomor 5 di ASEAN. Ini yang ironi pak," kata Susi saat mulai bercerita di Gedung Radius Prawiro, kompleks Bank Indonesia (BI), Jakarta Pusat, Kamis (27/11/2014).

Susi mengungkap sektor perikanan Indonesia sebenarnya bisa menjadi yang terdepan di dunia pada kurun waktu tahun 2001-2004. Alasannya pada saat itu, Amerika Serikat (AS) memberikan pajak yang tinggi pada negara-negara produsen ikan di dunia tidak termasuk Indonesia.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Dalam kurun waktu 2001-2004 ada tekanan AS berupa impor tarif cukup tinggi. Di tahun 2004 Tiongkok kena tarif 100%, Thailand sama, Vietnam 70%, sedangkan Indonesia hanya 12%," paparnya.

Sayangnya Indonesia tak mampu berbuat banyak untuk menggenjot nilai ekspor produk perikanan karena maraknya praktik transhipment atau bongkar muat di tengah laut. Ikan-ikan yang didapat dari nelayan Indonesia diambil oleh kapal-kapal asing seperti Tiongkok yang menunggu di perbatasan zona ekonomi eksklusif (ZEE).

"Saya berharap saat itu kita bangkit tetapi momentum itu hilang. Angka ekspor melonjak sayangnya tidak tercatat, itulah karena transhipment terjadi," imbuhnya.

Dari kejadian itu akhirnya menjadi evaluasi Susi saat terpilih menjadi menteri kelautan dan perikanan. Susi akhirnya melarang praktik transhipment atau bongkar muat barang di tengah laut. Tidak hanya itu, ia juga mengeluarkan kebijakan menghentikan sementara (moratorium) izin kapal di atas 30 Gross Ton (GT) eks kapal asing.

"Kita ini ingin memajukan maritim Indonesia di dunia perikanan. Ini kesempatan agar kita segera bangkit untuk bangsa kita menjadi berdaulat," jelasnya.


Acara ini dihadiri oleh Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti, juga para Direktur bank-bank nasional seperti Direktur Institutional Banking Bank Mandiri Abdul Rachman, juga ada perwakilan dari BRI. Selain itu, hadir perwakilan dari pengusaha organisasi Kadin antara lain Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Bidang Kelautan dan Perikanan Yugi Prayanto.

(wij/hen)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads