Franky Sibarani yang sebelumnya Sekjen Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) mengatakan mendapat 3 tugas dari Presiden Jokowi.
"Pertama, sebelumnya arahan dari presiden pertama itu pembenahan perizinan," kata Franky di Istana Negara, Kamis (27/11/2014)
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya tidak bisa menentukan target karena besok kita melakukan koordinasi dengan Kemenko Perekonomian dan Menko Maritim, khusus bagaimana kita mempercepat bagaimana terjadinya one stop service," katanya.
Tugas kedua adalah menghilangkan sumbatan dalam investasi (debottlenacking). Selama banyak proyek dari investor terkendala banyak hal termasuk soal lahan.
"Jadi project sekarang kan sebetulnya sudah cukup banyak tetapi banyak kendala yang mungkin banyak sekali di sebut Pak Presiden ada yang urus listrik sampai setahun dua tahun, dan bahkan lebih dari itu," katanya.
Ketiga, adalah mendorong supaya investor itu tidak hanya luar negeri (PMA), tetapi juga dalam negeri (PMDN). Pertumbuhan PMDN di dalam negeri cukup lebih tinggi daripada PMA.
"Tinggal bagaimana kita mendorong supaya potensi yang ada ini bisa lebih cepat, lebih tinggi," katanya.
Ia mengatakan dirinya akan fokus dalam tiga atau enam bulan ke depan untuk membenahi perizinan, one stop service, yang sekarang sedang berjalan.
"Saya melihat juga bahwa kementrian sudah fokus untuk menyederhanakan. Dan ke depan tinggal bagaimana perijinan yang ada itu lebih cepat kemudian, lebih sederhana, kemudian transparan dan terintegrasi," katanya.
(hen/hds)











































