Dalam rapat tersebut, Aceng bertanya kepada Basuki soal pembangunan rumah susun sederhana sewa (rusunawa). Dia mengkritik pembangunan rusunawa yang tidak ada kelanjutannya.
"Empat tahun saya menjabat bupati. Mungkin ketika kementerian yang lama, dulu Kemenpera senang membuat rusunawa. Dibuat rusunawa di mana-mana," katanya dalam rapat yang digelar di Ruang Rapat Komite II, Gedung B DPD lantai 3, komplek MPR/DPR/DPD, Jakarta, Jumat (28/11/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Asal ada kampus, di situ dibangun rusunawa. Tapi dalam perjalannya, saya dapati ini nggak beres," tegasnya.
Saat menjadi Bupati Garut, Aceng mengaku pernah menjadi pihak yang dipercaya meletakkan batu pertama sebuah proyek rusunawa. Namun hingga kini dia tidak tahu lagi perkembangan proyek tersebut.
"Saya pernah melakukan peletakan batu pertama, tapi tidak pernah ada peresmiannya. Sampai sekarang saya nggak tahu kejelasannya bagaimana?" ungkapnya.
Kejadian serupa, tambah Aceng, diharapkan tidak terjadi di pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Jangan sampai pemerintah sudah keluar banyak dana tapi seakan sia-sia.
"Jangan sampai ini terulang di pemerintahan yang sekarang. Gelontorkan uang banyak, barang sudah jadi, tapi yang sudah jadi pun nggak dimanfaatkan. Dipergunakan untuk membangun bangunan yang tidak dipergunakan," paparnya.
Selain itu, Aceng juga meminta Basuki untuk mendaftar proyek-proyek yang statusnya tidak jelas.
"Saya minta ini Menteri PU Pera yang sekarang untuk segera melakukan identifikasi mana-mana bangunan yang sudah jadi tapi belum diserahterimakan. Kalau ada persoalan, diidentifikasi persoalannya," tutur dia.
(hds/hen)











































