"Maaf, tadi habis lari. Maaf, nggak sempat ganti. Kalau ganti takutnya terlambat," ujar Susi di Parkir Timur Senayan, Jakarta, Minggu (30/11/2014).
Sebagai informasi, sebelum menghadiri Harkannas Susi ikut dalam Pertamina Eco Run. Selepas berlari, Susi pun langsung meluncur ke Senayan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Negeri kita 2/3 itu wilayah laut. Semestinya Indonesia makan ikan jumlahnya lebih besar dibanding negara lain. Tapi sekarang kita jauh, bahkan dibanding negara tetangga," tegasnya.
Padahal, lanjut Susi, ikan mengandung protein yang bisa merangsang kecerdasan. Tidak hanya itu, badan pun lebih sehat jika rutin mengonsumsi ikan.
Oleh karena itu, Susi menyebutkan kementerian yang dipimpinnya akan terus mengampanyekan gerakan makan ikan. Namun tetap memperhatikan kelangsungan biota laut.
"Ikan mengandung protein untuk IQ dan badan. Program yang dicanangkan KKP sudah mengarah pada sustainability kepada sumber daya laut kita sebagai sumber perikanan, sumber protein untuk kita konsumsi untuk bisa menjadikan manusia ber-IQ tinggi," jelasnya.
Agar bisa bersaing dengan bangsa lainnya, tambah Susi, sumber daya manusia (SDM) Indonesia harus unggul. Oleh karena itu, kecerdasan menjadi salah satu kuncinya.
"Globalisasi menuntut kompetisi daya saing yang luar biasa. Manusia Indonesia harus lebih unggul, lebih pandai. Kalau tidak, kita terbelakang, tak kuat bersaing dengan sekeliling," ucapnya.
(hds/hds)










































