Hal tersebut dikatakan Susi dalam sambutannya di acara peringatan Hari Ikan Nasional (Harkannas) di Parkir Timur Senayan, Jakarta, Minggu (30/11/2014).
"Kami membuat moratorium untuk penataan laut kita menjadi lebih benar. Kalau kita tidak tata, dalam 5-10 tahun lagi kita tidak punya lagi sumber ikan," tegas Susi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Penangkapan berlebih terhadap 2 spesies ikan tersebut dikhawatirkan akan berujung ke kepunahan. Susi juga mengutuk aksi illegal fishing yang kadang menangkap ikan secara berlebih dan menggunakan alat-alat yang dilarang seperti racun atau bahan peledak.
"Laut telah diberikan oleh Tuhan, yang kita perlukan hanya menjaga. Ikan di laut tidak perlu kasih makan, hanya kita jaga," tuturnya.
Jika laut dijaga, Susi menyakini dampaknya akan positif bagi manusia. Sumber protein dari ikan akan berkelanjutan.
"Kalau kita jaga, laut kita akan jadi sumber protein yang berkelanjutan, yang lestari bagi 250 juta penduduk kita. Untuk itu saya memohon di Hari Ikan Nasional ini, kita bersama-sama perangi illegal fishing. No more unreported fishing. Setuju?" tanya susi kepada lebih dari 500 orang yang hadir.
"Setuju!" jawab para peserta serempak.
"Ayo sama-sama. No more illegal fishing, no more illegal fishing!" seru Susi yang diikuti oleh para peserta.
(hds/hds)











































