PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) mendapat tugas untuk pengembangan ini. Direktur Utama ASDP Danang S Baskoro menyebutkan tengah mempersiapkan konsep pembangunannya. Ia pun mengaku sering dihubungi oleh Jokowi.
"Iya (sering ditelepon), jadi harus sesegera mungkin. Saya ditanya terus untuk konsepnya, untuk pembangunannya, pengembangan di Merak yang paling cepat dan efisien bagaimana. Sekarang lagi work out," ungkapnya saat ditemui di Kawasan Berikat Nusantara (KBN) Cakung, Jakarta, Minggu (30/11/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya nanti mulainya semua dari Bakauheni," sebutnya.
Penghubung kedua pulau tidak akan menggunakan jembatan, melainkan optimalisasi angkutan kapal. Ini membutuhkan tambahan dermaga menjadi 10 pasang.
"Jadi Merak 10 dan Bakaheuni 10. Sekarang kan cuma 5 pasang," kata Danang.
Lahan baru yang dibutuhkan, tambah Danang, cukup besar. Untuk wilayah Merak sekitar 100 hektar dan Bakauheni 1000 hektar. Ketersediaan lahan baru akan diupayakan oleh pemerintah.
"Sekarang saya punya 76 hektar di Bakauheni. Sisanya dibeli," imbuhnya.
Diperkirakan anggaran yang dibutuhkan adalah sekitar Rp 40 triliun. Belum dapat dipastikan dari mana asal pembiayaan. Sementara waktu pengerjaannya ditargetkan selama 4-5 tahun.
"Baru dipikirkan. BUMN kuatnya berapa, pemerintah berapa sisanya. Kita akan libatkan (BUMN) kontraktor, PLN, Jasa Marga, PT KAI, dan lainnya," tutur Danang.
(mkl/hds)











































