Diminta Siapkan Pengganti Jembatan Selat Sunda, Bos ASDP Sering Ditelepon Jokowi

Diminta Siapkan Pengganti Jembatan Selat Sunda, Bos ASDP Sering Ditelepon Jokowi

- detikFinance
Minggu, 30 Nov 2014 16:06 WIB
Diminta Siapkan Pengganti Jembatan Selat Sunda, Bos ASDP Sering Ditelepon Jokowi
Jakarta - Proyek Jembatan Selat Sunda (JSS) tidak menjadi prioritas di masa pemerintahan Presiden Joko Widodo. Sebagai penggantinya, Jokowi ingin mengembangkan penyeberangan Merak-Bakauheni.

PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) mendapat tugas untuk pengembangan ini. Direktur Utama ASDP Danang S Baskoro menyebutkan tengah mempersiapkan konsep pembangunannya. Ia pun mengaku sering dihubungi oleh Jokowi.

"Iya (sering ditelepon), jadi harus sesegera mungkin. Saya ditanya terus untuk konsepnya, untuk pembangunannya, pengembangan di Merak yang paling cepat dan efisien bagaimana. Sekarang lagi work out," ungkapnya saat ditemui di Kawasan Berikat Nusantara (KBN) Cakung, Jakarta, Minggu (30/11/2014).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pengganti JSS, lanjut Danang, tetap akan dibuat dalam bentuk kawasan. Dimulai dari wilayah Bakauheni, Lampung. Ada area untuk industri, pembangkit listrik, kereta api, dan jalan tol trans Sumatera.

"Saya nanti mulainya semua dari Bakauheni," sebutnya.

Penghubung kedua pulau tidak akan menggunakan jembatan, melainkan optimalisasi angkutan kapal. Ini membutuhkan tambahan dermaga menjadi 10 pasang.

"Jadi Merak 10 dan Bakaheuni 10. Sekarang kan cuma 5 pasang," kata Danang.

Lahan baru yang dibutuhkan, tambah Danang, cukup besar. Untuk wilayah Merak sekitar 100 hektar dan Bakauheni 1000 hektar. Ketersediaan lahan baru akan diupayakan oleh pemerintah.

"Sekarang saya punya 76 hektar di Bakauheni. Sisanya dibeli," imbuhnya.

Diperkirakan anggaran yang dibutuhkan adalah sekitar Rp 40 triliun. Belum dapat dipastikan dari mana asal pembiayaan. Sementara waktu pengerjaannya ditargetkan selama 4-5 tahun.

"Baru dipikirkan. BUMN kuatnya berapa, pemerintah berapa sisanya. Kita akan libatkan (BUMN) kontraktor, PLN, Jasa Marga, PT KAI, dan lainnya," tutur Danang.

(mkl/hds)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads