Pasca Harga BBM Naik, Inflasi November Melonjak 1,5%

Pasca Harga BBM Naik, Inflasi November Melonjak 1,5%

- detikFinance
Senin, 01 Des 2014 11:15 WIB
Pasca Harga BBM Naik, Inflasi November Melonjak 1,5%
Suryamin, Kepala BPS
Jakarta -

Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan laju inflasi November 2014. Bulan lalu, terjadi inflasi 1,5% secara bulanan (month-on-month).

Dengan demikian, inflasi secara tahunan (year-on-year) adalah 6,23%. Kemudian inflasi sepanjang Januari-November 2014 (year to date) tercatat 5,75%.

Hal tersebut dikemukakan oleh Suryamin, Kepala BPS, dalam jumpa pers di kantornya, Jakarta, Senin (1/12/2014). Dia menyebutkan, inflasi November sangat dipengaruhi oleh kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Mulai 18 November, pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) menaikkan harga BBM bersubsidi sebesar Rp 2.000/liter. Harga bensin Premium kini menjadi Rp 8.500/liter sementara Solar bersubsidi menjadi Rp 7.500/liter.

Kenaikan harga BBM, lanjut Suryamin, memang hanya mempengaruhi 12 hari pada November. "Tapi baru 12 hari saja sudah ada pengaruhnya," ujar dia.

Seluruh kota mengalami inflasi, tidak ada yang deflasi. Inflasi tertinggi mencapai 3,44% yang terjadi di Padang, sementara terendah 0,07% di Manokwari.

Para pelaku pasar sudah memperkirakan inflasi yang agak tinggi pada bulan lalu. Penyebabnya sudah pasti kenaikan harga BBM bersubsidi.

"Menurut sejumlah analis, inflasi November diprediksi sekitar 1,5% m-o-m didorong oleh kenaikan harga BBM bersubsidi," sebut riset Batavia Properindo Sekuritas.

Sementara Woori Korindo Securities Indonesia menyebutkan tingginya inflasi November disebabkan sejumlah tekanan yang terjadi bersamaan. Belum selesai imbas dari kenaikan tarif dasar listik dan harga gas yang mulai diberlakukan pada pertengahan September, ekonomi Indonesia dihadapkan pada imbas kenaikan harga BBM.

"Kenaikan harga, terutama harga makanan dan bahan pokok lainnya, mulai terjadi seiring antisipasi kenaikan BBM di bulan November. Bahkan setelah diumumkannya kenaikan harga BBM, diperkirakan sejumlah harga barang masih melanjutkan kenaikannya dan menjalar ke harga-harga barang maupun jasa di kelompok lainnya," papar Reza Priyambada, Kepala Riset Woori Korindo Securities Indonesia, dalam risetnya.

(hds/hen)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads