"Dulu awal saya di KKP ada sedikit kekhawatiran. Mafia illegal fishing ini banyak, kalau dobrakan saya ini membawa dampak. Saya minta perlindungan untuk semua bawahan saya," kata Susi di acara Chief Editor Meeting, di Kantor KKP, Jalan Merdeka Timur, Jakarta Pusat, Senin (1/12/2014).
Bahkan sejak awal ditunjuk oleh Presiden Jokowi, mantan CEO Susi Air ini meminta syarat agar tak diintervensi. Ia menegaskan apabila ada intervensi, maka siap mengundurkan diri dan kembali sebagai pengusaha ikan dan penerbangan di Pangandaran, Jawa Barat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia menegaskan tidak takut dengan segala potensi ancaman yang terjadi, apalagi telah mendapat dukungan penuh dari Presiden Jokowi.
"Hantu memang tidak kelihatan, ngapain kita takut. Lihat saja tidak kok kita takut," katanya.
Sebelumnya Susi punya alasan kuat soal gebrakan besar seperti kebijakan moratorium atau penghentian penerbitan izin sementara untuk penangkapan ikan kapal-kapal di atas 30 GT. Namun bila kebijakannya ini mendapat tentangan, maka ia lebih memilih pulang kampung ke Pangandaran.
"Kalau itu dipertanyakan, saya akan mengundurkan diri pulang kampung," kata Susi menjawab pertanyaan anggota DPD soal urgensi rencana kebijakan moratorium, di gedung DPD, Rabu (5/11/2014).
Susi beralasan kebijakan moratorium izin penangkapan ikan merupakan hal mendasar. Selama proses moratorium, maka ada upaya perbaikan termasuk dengan melakukan maksimalisasi penerimaan negara dari sektor ini yang kerap tak maksimal.
"Kalau saya dilarang melakukann moratorium, maka saya tidak bisa memulai hal besar yang lain," katanya beberapa waktu lalu.
(wij/hen)











































